Kabar Terkini  11 April 2022, 12:00

3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago

Rencana penambahan provinsi ini diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

 

RUU tersebut disahkan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dalam rapat pleno yang digelar Rabu (6/4/2022). Dalam rapat pleno, semua fraksi di Baleg menyatakan setuju terhadap RUU tentang tiga provinsi tersebut.

 

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi memimpin Rapat Pleno Pengambilan Keputusan atas Hasil Harmonisasi RUU pembentukan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) Papua untuk menjadi usul inisiatif DPR. RUU Tiga DOB Papua tersebut adalah RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. 

 

Dalam kesempatan itu, ia bertanya kepada Anggota Baleg DPR RI yang hadir dalam rapat pleno tersebut untuk meminta persetujuan untuk menerima laporan Panitia Kerja (Panja) atas ketiga RUU tersebut. “Demikian laporan Panja hasil RUU. Apakah laporan Panja dapat diterima?” tanya Awiek, sapaan akrab Baidowi yang juga sebagai Wakil Ketua Panja tiga RUU DOB tersebut, di Ruang Rapat Baleg, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022). “Setuju,” jawab Anggota Baleg yang hadir.

 

Diketahui, hal-hal pokok yang mengemuka dalam pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi tiga yang kemudian disepakati dalam Rapat Panja bersama Pengusul, secara garis besar terkait beberapa hal. Yaitu, perbaikan aspek substansi di masing-masing RUU sesuai dengan karakteristiknya antara lain perbaikan judul RUU menjadi “pembentukan” dan penegasan cakupan wilayah Provinsi Papua Tengah.

 

Kemudian penghapusan ketentuan yang mengatur mengenai pemilihan gubernur dan wakil gubernur dan ketentuan terkait Majelis Rakyat Papua (MRP); Perumusan ulang terkait masa transisi pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). “Dan penambahan  satu pasal baru mengenai tugas Pemantauan dan Peninjauan UU, setelah UU ini berlaku di dalam Bab IX Ketentuan Penutup,” urai Anggota Fraksi PPP DPR RI ini.

 

Setelah pengambilan keputusan, Komisi II DPR RI sebagai pengusul undang-undang menyampaikan ucapan terima kasih. “Semoga ini jadi amal ibadah kita dan bakti kita pada bangsa dan negara, khususnya pada bangsa atau suku kita yang ada di Papua. Semoga mereka dapat hidup bersama berdampingan dengan kita semua di Indonesia," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal sebagai perwakilan Komisi II DPR RI.

Lantas, mana sajakah ketiga provinsi baru itu? Berikut profil daerah calon provinsi di Indonesia baru dikutip dari laman resmi pemerintah daerah setempat. 

 

1. Provinsi Papua Selatan (Ha Anim) dengan ibu kota Merauke, Provinsi Papua Selatan nantinya akan mencakup wilayah berikut: 
 

  1. Kabupaten Merauke 
    Terdiri dari 30 distrik, Merauke menjadi kabupaten terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dengan luas 45.071 kilometer kubik (11 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua), wilayah Merauke terdiri dari dataran rendah dan rawa.

  2. Kabupaten Mappi
    Kabupaten Mappi memiliki total luas wilayah 23.824 kilometer kubik yang terdiri dari 15 distrik. Dengan potensi sumber daya laut dan hutan bakau (mangrove) yang besar, wilayah ini mengunggulkan sektor pertanian dan perikanan. 

  3. Kabupaten Asmat 
    Terletak di bagian selatan Provinsi Papua, Kabupaten Asmat memiliki luas 23.746 kilometer kubik atau 7,44 persen dari total luas Provinsi Papua. Sebagian besar wilayah Kabupaten Asmat merupakan kawasan hutan sehingga kehutanan menjadi salah satu komoditas yang paling strategis. 

  4. Kabupaten Boven Digoel 
    Luas Kabupaten Boven Digoel mencapai 27.108,29 kilometer kubik. Kabupaten ini memiliki 20 distrik. Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar membuat warganya banyak menggeluti sektor perikanan. Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pariwisata juga menjadi potensi daerah tersebut. 

 

2. Provinsi Papua Tengah (Meepago) Provinsi Papua Tengah atau Meepago nantinya akan memiliki ibu kota Timika yang terletak di Kabupaten Mimika. Rincian wilayahnya yakni: 
 

  1. Kabupaten Mimika 
    Kabupaten Mimika memiliki luas wilayah 21.693,51 kilometer kubik atau 4,75 persen dari total luas Provinsi Papua. Kabupaten ini memiliki 18 distrik. Dengan potensi kekayaan mineral dan tambang yang sangat besar, Mimika menjadi kabupaten terkaya di Provinsi Papua. 

  2. Kabupaten Paniai 
    Dengan luas wilayah 8.045,25 kilometer kubik, Kabupaten Paniai terbagi menjadi 10 distrik. Kehutanan merupakan salah satu subsektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan Kabupaten Paniai.

  3. Kabupaten Dogiyai 
    Kabupaten Dogiyai memiliki luas 4.237,4 kilometer kubik yang terbagi dalam 7 distrik. Sebanyak 85 persen wilayah Dogiyai masih didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Sektor pertanian di wilayah ini didominasi oleh padi dan palawija. Sementara, komoditas peternakan didominasi sapi, kambing, dan babi. 

  4. Kabupaten Deyiai 
    Dengan luas wilayah 41.231,6 kilometer kubik, Kabupaten Deiyai memiliki 5 distrik. Kabupaten Deiyai sebagian besar di dominasi oleh kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi. Oleh karenanya, sektor kehutanan menjadi salah satu yang diunggulkan di wilayah tersebut. 

  5. Kabupaten Intan Jaya 
    Intan Jaya memiliki luas wilayah 3.922 kilometer kubik yang terbagi menjadi 6 distrik. Kabupaten ini memiliki potensi tambang emas yang sangat besar. Sejumlah perusahaan pertambangan berdiri di wilayah ini seperti PT Freeport hingga PT Wabu. 

  6. Kabupaten Puncak 
    Dengan luas wilayah mencapai 8.055 kilometer kubik, Kabupaten Puncak terdiri dari 8 distrik. Kabupaten ini memiliki beragam potensi ekonomi antara lain pertanian dengan produksi terbesar ubi kayu. Selain itu, sektor peternakan didominasi kambing, sapi, dan babi.

     

 3. Provinsi Papua Pegunungan Tengah (Lapago) dengan ibu kota Wamena yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Tengah terdiri dari: 

 

  1. Kabupaten Puncak Jaya 
    Kabupaten Puncak Jaya memiliki luas 14.532 kilometer kubik atau sekitar 3,42 persen dari total luas wilayah Provinsi Papua. Puncak Jaya terbagi menjadi 26 distrik. Di wilayah ini, sektor kehutanan menjadi unggulan. Diikuti dengan pemanfaatan area persawahan, lahan kering, lahan industri, lahan pertambangan, hingga tambak ikan.

  2. Kabupaten Jayawijaya 
    Dengan luas wilayah 13.925,31 kilometer, Kabupaten Jayawijaya terbagi menjadi 40 distrik. Kabupaten ini memiliki keunggulan potensi wisata alam dengan adanya Lembah Baliem yang dikelilingi Pegunungan Jayawijaya. Selain itu, wilayah ini juga mengunggulkan sektor kehutanan, peternakan, dan perikanan. 

  3. Kabupaten Lanny Jaya 
    Kabupaten Lanny Jaya memiliki luas wilayah 6.585 kilometer kubik dengan 39 distrik. Lanny Jaya memiliki topografi dataran tinggi, seluruh wilayahnya berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Sektor yang diunggulkan di wilayah ini yakni pertanian, kehutanan, peternakan, hingga perikanan. 

  4. Kabupaten Mamberamo Tengah 
    Memiliki luas 1.275 kilometer kubik, Kabupaten Mamberamo Tengah terdiri dari 5 distrik. Potensi komoditas daerah yang diunggulkan mulai dari pertanian jagung dan ubi kayu, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. 

  5. Kabupaten Nduga 
    Kabupaten Nduga memiliki luas wilayah 12.941 kilometer kubik atau 4,08 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua. Terdiri dari 8 distrik, Nduga memiliki potensi komoditas kehutanan, peternakan yang didominasi babi, perikanan, dan perkebunan yang didominasi kopi, buah merah, kelapa, tebu, dan sagu. 

  6. Kabupaten Tolikara 
    Luas Kabupaten Tolikara mencapai 14.263 kilometer yang terbagi menjadi 46 distrik. Didominasi oleh dataran tinggi dengan ketinggian wilayah lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, sektor pertanian menjadi kegiatan ekonomi unggulan di wilayah ini meliputi tanaman padi dan umbi-umbian. 

  7. Kabupaten Yahukimo 
    Kabupaten Yahukimo memiliki luas wilayah 17.152 kilometer dengan 51 distrik. Sejumlah komoditas unggulan di wilayah ini yakni perkebunan kopi, buah merah, dan sagu. Lalu, sektor kehutanan serta peternakan babi, sapi, dan kambing. 

  8. Kabupaten Yalimo 
    Yalimo memiliki luas wilayah 3.568,52 kilometer atau 1,1 persen dari total luas wilayah Provinsi Papua. Kabupaten ini terdiri dari 5 distrik. Potensi lahan yang dimanfaatkan di wilayah ini seperti jagung, ubi kayu, kopi, dan kelapa. Sektor lain yang juga jadi komoditas unggalan yaitu kehutanan, peternakan, dan perikanan.
     

Penambahan provinsi dimaksudkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan untuk melayani masyarakat Papua lebih baik lagi.

 

Baca Artikel Lain

Kominfo Luncurkan Buku Panduan ‘Mudik Aman dan Sehat’
Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal
3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago
Pertama di Dunia, Masjid Istiqlal Dapat Sertifikat Green Mosque
Presiden: 29 April dan 4-6 Mei Cuti Bersama Idulfitri 1443 H

Kabar Terkini  11 April 2022, 12:00

3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago

Rencana penambahan provinsi ini diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

 

RUU tersebut disahkan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dalam rapat pleno yang digelar Rabu (6/4/2022). Dalam rapat pleno, semua fraksi di Baleg menyatakan setuju terhadap RUU tentang tiga provinsi tersebut.

 

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi memimpin Rapat Pleno Pengambilan Keputusan atas Hasil Harmonisasi RUU pembentukan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) Papua untuk menjadi usul inisiatif DPR. RUU Tiga DOB Papua tersebut adalah RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. 

 

Dalam kesempatan itu, ia bertanya kepada Anggota Baleg DPR RI yang hadir dalam rapat pleno tersebut untuk meminta persetujuan untuk menerima laporan Panitia Kerja (Panja) atas ketiga RUU tersebut. “Demikian laporan Panja hasil RUU. Apakah laporan Panja dapat diterima?” tanya Awiek, sapaan akrab Baidowi yang juga sebagai Wakil Ketua Panja tiga RUU DOB tersebut, di Ruang Rapat Baleg, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022). “Setuju,” jawab Anggota Baleg yang hadir.

 

Diketahui, hal-hal pokok yang mengemuka dalam pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi tiga yang kemudian disepakati dalam Rapat Panja bersama Pengusul, secara garis besar terkait beberapa hal. Yaitu, perbaikan aspek substansi di masing-masing RUU sesuai dengan karakteristiknya antara lain perbaikan judul RUU menjadi “pembentukan” dan penegasan cakupan wilayah Provinsi Papua Tengah.

 

Kemudian penghapusan ketentuan yang mengatur mengenai pemilihan gubernur dan wakil gubernur dan ketentuan terkait Majelis Rakyat Papua (MRP); Perumusan ulang terkait masa transisi pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). “Dan penambahan  satu pasal baru mengenai tugas Pemantauan dan Peninjauan UU, setelah UU ini berlaku di dalam Bab IX Ketentuan Penutup,” urai Anggota Fraksi PPP DPR RI ini.

 

Setelah pengambilan keputusan, Komisi II DPR RI sebagai pengusul undang-undang menyampaikan ucapan terima kasih. “Semoga ini jadi amal ibadah kita dan bakti kita pada bangsa dan negara, khususnya pada bangsa atau suku kita yang ada di Papua. Semoga mereka dapat hidup bersama berdampingan dengan kita semua di Indonesia," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Syamsurizal sebagai perwakilan Komisi II DPR RI.

Lantas, mana sajakah ketiga provinsi baru itu? Berikut profil daerah calon provinsi di Indonesia baru dikutip dari laman resmi pemerintah daerah setempat. 

 

1. Provinsi Papua Selatan (Ha Anim) dengan ibu kota Merauke, Provinsi Papua Selatan nantinya akan mencakup wilayah berikut: 
 

  1. Kabupaten Merauke 
    Terdiri dari 30 distrik, Merauke menjadi kabupaten terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Dengan luas 45.071 kilometer kubik (11 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua), wilayah Merauke terdiri dari dataran rendah dan rawa.

  2. Kabupaten Mappi
    Kabupaten Mappi memiliki total luas wilayah 23.824 kilometer kubik yang terdiri dari 15 distrik. Dengan potensi sumber daya laut dan hutan bakau (mangrove) yang besar, wilayah ini mengunggulkan sektor pertanian dan perikanan. 

  3. Kabupaten Asmat 
    Terletak di bagian selatan Provinsi Papua, Kabupaten Asmat memiliki luas 23.746 kilometer kubik atau 7,44 persen dari total luas Provinsi Papua. Sebagian besar wilayah Kabupaten Asmat merupakan kawasan hutan sehingga kehutanan menjadi salah satu komoditas yang paling strategis. 

  4. Kabupaten Boven Digoel 
    Luas Kabupaten Boven Digoel mencapai 27.108,29 kilometer kubik. Kabupaten ini memiliki 20 distrik. Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar membuat warganya banyak menggeluti sektor perikanan. Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pariwisata juga menjadi potensi daerah tersebut. 

 

2. Provinsi Papua Tengah (Meepago) Provinsi Papua Tengah atau Meepago nantinya akan memiliki ibu kota Timika yang terletak di Kabupaten Mimika. Rincian wilayahnya yakni: 
 

  1. Kabupaten Mimika 
    Kabupaten Mimika memiliki luas wilayah 21.693,51 kilometer kubik atau 4,75 persen dari total luas Provinsi Papua. Kabupaten ini memiliki 18 distrik. Dengan potensi kekayaan mineral dan tambang yang sangat besar, Mimika menjadi kabupaten terkaya di Provinsi Papua. 

  2. Kabupaten Paniai 
    Dengan luas wilayah 8.045,25 kilometer kubik, Kabupaten Paniai terbagi menjadi 10 distrik. Kehutanan merupakan salah satu subsektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan Kabupaten Paniai.

  3. Kabupaten Dogiyai 
    Kabupaten Dogiyai memiliki luas 4.237,4 kilometer kubik yang terbagi dalam 7 distrik. Sebanyak 85 persen wilayah Dogiyai masih didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Sektor pertanian di wilayah ini didominasi oleh padi dan palawija. Sementara, komoditas peternakan didominasi sapi, kambing, dan babi. 

  4. Kabupaten Deyiai 
    Dengan luas wilayah 41.231,6 kilometer kubik, Kabupaten Deiyai memiliki 5 distrik. Kabupaten Deiyai sebagian besar di dominasi oleh kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi. Oleh karenanya, sektor kehutanan menjadi salah satu yang diunggulkan di wilayah tersebut. 

  5. Kabupaten Intan Jaya 
    Intan Jaya memiliki luas wilayah 3.922 kilometer kubik yang terbagi menjadi 6 distrik. Kabupaten ini memiliki potensi tambang emas yang sangat besar. Sejumlah perusahaan pertambangan berdiri di wilayah ini seperti PT Freeport hingga PT Wabu. 

  6. Kabupaten Puncak 
    Dengan luas wilayah mencapai 8.055 kilometer kubik, Kabupaten Puncak terdiri dari 8 distrik. Kabupaten ini memiliki beragam potensi ekonomi antara lain pertanian dengan produksi terbesar ubi kayu. Selain itu, sektor peternakan didominasi kambing, sapi, dan babi.

     

 3. Provinsi Papua Pegunungan Tengah (Lapago) dengan ibu kota Wamena yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Tengah terdiri dari: 

 

  1. Kabupaten Puncak Jaya 
    Kabupaten Puncak Jaya memiliki luas 14.532 kilometer kubik atau sekitar 3,42 persen dari total luas wilayah Provinsi Papua. Puncak Jaya terbagi menjadi 26 distrik. Di wilayah ini, sektor kehutanan menjadi unggulan. Diikuti dengan pemanfaatan area persawahan, lahan kering, lahan industri, lahan pertambangan, hingga tambak ikan.

  2. Kabupaten Jayawijaya 
    Dengan luas wilayah 13.925,31 kilometer, Kabupaten Jayawijaya terbagi menjadi 40 distrik. Kabupaten ini memiliki keunggulan potensi wisata alam dengan adanya Lembah Baliem yang dikelilingi Pegunungan Jayawijaya. Selain itu, wilayah ini juga mengunggulkan sektor kehutanan, peternakan, dan perikanan. 

  3. Kabupaten Lanny Jaya 
    Kabupaten Lanny Jaya memiliki luas wilayah 6.585 kilometer kubik dengan 39 distrik. Lanny Jaya memiliki topografi dataran tinggi, seluruh wilayahnya berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Sektor yang diunggulkan di wilayah ini yakni pertanian, kehutanan, peternakan, hingga perikanan. 

  4. Kabupaten Mamberamo Tengah 
    Memiliki luas 1.275 kilometer kubik, Kabupaten Mamberamo Tengah terdiri dari 5 distrik. Potensi komoditas daerah yang diunggulkan mulai dari pertanian jagung dan ubi kayu, perkebunan, peternakan, hingga perikanan. 

  5. Kabupaten Nduga 
    Kabupaten Nduga memiliki luas wilayah 12.941 kilometer kubik atau 4,08 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua. Terdiri dari 8 distrik, Nduga memiliki potensi komoditas kehutanan, peternakan yang didominasi babi, perikanan, dan perkebunan yang didominasi kopi, buah merah, kelapa, tebu, dan sagu. 

  6. Kabupaten Tolikara 
    Luas Kabupaten Tolikara mencapai 14.263 kilometer yang terbagi menjadi 46 distrik. Didominasi oleh dataran tinggi dengan ketinggian wilayah lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, sektor pertanian menjadi kegiatan ekonomi unggulan di wilayah ini meliputi tanaman padi dan umbi-umbian. 

  7. Kabupaten Yahukimo 
    Kabupaten Yahukimo memiliki luas wilayah 17.152 kilometer dengan 51 distrik. Sejumlah komoditas unggulan di wilayah ini yakni perkebunan kopi, buah merah, dan sagu. Lalu, sektor kehutanan serta peternakan babi, sapi, dan kambing. 

  8. Kabupaten Yalimo 
    Yalimo memiliki luas wilayah 3.568,52 kilometer atau 1,1 persen dari total luas wilayah Provinsi Papua. Kabupaten ini terdiri dari 5 distrik. Potensi lahan yang dimanfaatkan di wilayah ini seperti jagung, ubi kayu, kopi, dan kelapa. Sektor lain yang juga jadi komoditas unggalan yaitu kehutanan, peternakan, dan perikanan.
     

Penambahan provinsi dimaksudkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan untuk melayani masyarakat Papua lebih baik lagi.

 

Baca Artikel Lain


Kabar Terkini  14 April 2022

Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka





Artikel Terbaru