Kabar Terkini  31 Agustus 2020, 14:51

4 Masalah UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

4 Masalah UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Hi Lokalovers, selama masa pandemi ini sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling terdampak padahal UMKM paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen & kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 60 persen. Sektor usaha mikro memiliki resiko pailit yang sangat besar sehingga berpengaruh terhadap penurunan pendapatan, hal ini disebabkan dari sisi pasokan dan permintaan serta adanya pembatasan pergerakan.
 
Menurut Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM) Eddy Satriya, ada sekitar 2.322 koperasi dan 185.184 pelaku usaha UMKM terdampak pandemi Covid-19, kebanyakan koperasi yang bergerak pada bidang kebutuhan sehari-hari sedangkan sektor UMKM yang paling terdampak yakni makanan dan minuman. 
 
Dari segi ekonomi kreatif, UMKM memiliki empat masalah utama menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 pada hari Jumat tanggal 28 Agustus yang lalu, masalah UMKM pertama adalah kesulitan mendapatkan bahan baku karena pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial skala besar di beberapa daerah baik domestik maupun bahan baku impor karena pembatasan arus logistik.
 
Masalah yang kedua adalah permintaan terhadap produk yang berkurang, saat ini banyak orang yang akhirnya memilih untuk mengurangi konsumsi seperti belanja dan fokus ke kebutuhan sehari-hari saja sehingga membuat daya beli menjadi turun.
 
Lalu persoalan ketiga adalah karena adanya penurunan permintaan terhadap barang yang membuat arus kas pelaku ekonomi kreatif menjadi tertekan sehingga menjadi masalah baru lagi (keempat) yaitu pelaku ekonomi kreatif kesulitan melakukan pinjaman modal.
 
Pemerintah saat ini menyiapkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk untuk UMKM seperti penundaan dan subsidi bunga bagi UMKM yang mendapat kredit dari lembaga keuangan, penjaminan kredit model kerja baru, hingga penempatan dana di lembaga keuangan yang melakukan restrukturisasi kredit UMKM serta membantu mempromosikan UMKM baik secara lokal maupun global. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain untuk memberi stimulus dan pinjaman modal bagi pelaku ekonomi kreatif, lalu beberapa waktu yang lalu bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang membantu menghubungkan pelaku UMKM dengan dunia digital.
 
Mari kita terus dukung pengembangan UMKM dengan membantu mempromosikan atau menggunakan produk lokal agar perputaran ekonomi menjadi semakin baik khususnya di Indonesia.

Baca Artikel Lain

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan
Siaran Pers -  The Local Market Weekend Series: Holiday Market
Tempe Mendoan Sah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London
Sejarah Baru Bagi Indonesia, Pertama Kali Jadi Presidensi G20

Kabar Terkini  31 Agustus 2020, 14:51

4 Masalah UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

4 Masalah UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Hi Lokalovers, selama masa pandemi ini sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling terdampak padahal UMKM paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen & kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 60 persen. Sektor usaha mikro memiliki resiko pailit yang sangat besar sehingga berpengaruh terhadap penurunan pendapatan, hal ini disebabkan dari sisi pasokan dan permintaan serta adanya pembatasan pergerakan.
 
Menurut Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM) Eddy Satriya, ada sekitar 2.322 koperasi dan 185.184 pelaku usaha UMKM terdampak pandemi Covid-19, kebanyakan koperasi yang bergerak pada bidang kebutuhan sehari-hari sedangkan sektor UMKM yang paling terdampak yakni makanan dan minuman. 
 
Dari segi ekonomi kreatif, UMKM memiliki empat masalah utama menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 pada hari Jumat tanggal 28 Agustus yang lalu, masalah UMKM pertama adalah kesulitan mendapatkan bahan baku karena pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial skala besar di beberapa daerah baik domestik maupun bahan baku impor karena pembatasan arus logistik.
 
Masalah yang kedua adalah permintaan terhadap produk yang berkurang, saat ini banyak orang yang akhirnya memilih untuk mengurangi konsumsi seperti belanja dan fokus ke kebutuhan sehari-hari saja sehingga membuat daya beli menjadi turun.
 
Lalu persoalan ketiga adalah karena adanya penurunan permintaan terhadap barang yang membuat arus kas pelaku ekonomi kreatif menjadi tertekan sehingga menjadi masalah baru lagi (keempat) yaitu pelaku ekonomi kreatif kesulitan melakukan pinjaman modal.
 
Pemerintah saat ini menyiapkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk untuk UMKM seperti penundaan dan subsidi bunga bagi UMKM yang mendapat kredit dari lembaga keuangan, penjaminan kredit model kerja baru, hingga penempatan dana di lembaga keuangan yang melakukan restrukturisasi kredit UMKM serta membantu mempromosikan UMKM baik secara lokal maupun global. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain untuk memberi stimulus dan pinjaman modal bagi pelaku ekonomi kreatif, lalu beberapa waktu yang lalu bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang membantu menghubungkan pelaku UMKM dengan dunia digital.
 
Mari kita terus dukung pengembangan UMKM dengan membantu mempromosikan atau menggunakan produk lokal agar perputaran ekonomi menjadi semakin baik khususnya di Indonesia.

Baca Artikel Lain



62 Pride  10 November 2021

Tempe Mendoan Sah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Local Heroes  03 November 2021

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Artikel Terbaru