62 Pride  01 Februari 2021, 11:13

Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi per 1 Februari 2021

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi per 1 Februari 2021

Bank beraset Rp 240 triliun ini diharapkan turut menggeliatkan pemulihan ekonomi nasional yang tengah terimbas pandemi Covid-19. 
 

Tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) resmi merger, hari Senin, 1 Februari 2021.
 

Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021 pukul 13.30 WIB.
 

Dengan bergabungnya ketiga entitas bank syariah tersebut akan jadi momen sejarah terbentuknya PT Bank Syariah Indonesia Tbk. BRIS sebagaimana diketahui akan menjadi entitas penerima penggabungan.
 

“Tepatnya 1 Februari 2021, secara sah kita Insya Allah akan beroperasi sebagai Bank Syariah Indonesia,” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 31 Januari 2021.
 

Proses merger tiga bank syariah milik Himbara menuju tahap akhir usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan persetujuan atas aksi korporasi tersebut. Persetujuan OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021.
 

Selain itu, telah didapat juga izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRIsyariah Tbk., menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, sebagai bank hasil penggabungan pada 27 Januari 2021.
 

“Ini langkah awal bagi kita semua, menjadi keluarga baru, bahu-membahu, mengemban amanah, menjadi bank syariah terbesar, dan tentunya kita mengharapkan menjadi bank terbaik, baromater perbankan syariah di dunia,” tutur Hery.
 

Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,8 persen dalam lima tahun mendatang.
 

Hingga akhir tahun lalu, Hery juga mencatat bahwa total aset ketiga bank miliki Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun.

 

Berdasarkan data dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memperhitungkan laporan keuangan Juni 2020, bank ini akan menghasilkan total aktiva mencapai Rp 214,65 triliun, terdiri dari aset BSM Rp 114,40 triliun, BNI Syariah Rp 50,76 triliun, & BRIS Rp 49,58 triliun.

Foto: Neraca keuangan tiga bank syariah BUMN - CNBC Indonesia


Hasil penggabungan ini akan menghasilkan bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp 214,6 triliun. BSI akan menjadi Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp 20,42 triliun
 

Setelah digabungkan bank ini langsung melesat masuk dalam top 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia dan praktis menjadi bank syariah dengan aset terbesar di dalam negeri. Saat ini ketiga bank pelat merah ini setidaknya memiliki jumlah karyawan sebanyak 20.000 ribu lebih yang tersebar di 1.200 cabang di seluruh Indonesia.
 

Dengan aset-aset yang dimiliki oleh bank-bank yang digabungkan ini, maka BSI nantinya akan memiliki 1.200 cabang di seluruh Indonesia. Selain kantor cabang, nasabah juga kan difasilitas dengan 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

Logo Bank Syariah Indonesia
 

Berikut ini susunan komisaris dan direksi BSI sesuai hasil RUPSLB BRIS 15 Desember 2020: 
 

Dewan Komisaris:
Mulya E. Siregar: Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Suyanto: Komisaris
Masduki Baidlowi: Komisaris
Imam Budi Sarjito: Komisaris
Sutanto: Komisaris
Bangun S. Kusmulyono: Komisaris Independen
M. Arief Rosyid Hasan: Komisaris Independen
Komaruddin Hidayat: Komisaris Independen
Eko Suwardi: Komisaris Independen

Dewan Pengawas Syariah:
Mohamad Hidayat: Ketua Dewan Pengawas Syariah
Oni Syahroni :Anggota Dewan Pengawas Syariah
Hasanudin: Anggota Dewan Pengawas Syariah
Didin Hafidhuddin: Anggota Dewan Pengawas Syariah

Direksi:
Hery Gunardi: Direktur Utama
Ngatari: Wakil Direktur Utama 1
Abdullah Firman Wibowo: Wakil Direktur Utama 2
Kusman Yandi: Direktur Wholesale Transaction Banking
Kokok Alun Akbar: Direktur Retail Banking
Anton Sukarna: Direktur Sales and Distribution
Achmad Syafii: Direktur Information Technology
Tiwul Widyastuti: Direktur Risk Management
Tribuana Tunggadewi: Direktur Compliance and Human Capital
Ade Cahyo Nugroho: Direktur Finance and Strategy

Baca Artikel Lain

3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik Cegah COVID-19 Versi ACI
Presiden Jokowi Serukan untuk Benci Produk Luar Negeri
Gaun Sate Ayam Wakil Indonesia di Miss Grand International
Kota Salatiga  Paling Toleran se-Indonesia Versi Setara Instute
Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

62 Pride  01 Februari 2021, 11:13

Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi per 1 Februari 2021

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Bank Syariah Indonesia Resmi Beroperasi per 1 Februari 2021

Bank beraset Rp 240 triliun ini diharapkan turut menggeliatkan pemulihan ekonomi nasional yang tengah terimbas pandemi Covid-19. 
 

Tiga bank syariah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) resmi merger, hari Senin, 1 Februari 2021.
 

Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021 pukul 13.30 WIB.
 

Dengan bergabungnya ketiga entitas bank syariah tersebut akan jadi momen sejarah terbentuknya PT Bank Syariah Indonesia Tbk. BRIS sebagaimana diketahui akan menjadi entitas penerima penggabungan.
 

“Tepatnya 1 Februari 2021, secara sah kita Insya Allah akan beroperasi sebagai Bank Syariah Indonesia,” kata Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 31 Januari 2021.
 

Proses merger tiga bank syariah milik Himbara menuju tahap akhir usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan persetujuan atas aksi korporasi tersebut. Persetujuan OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021.
 

Selain itu, telah didapat juga izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRIsyariah Tbk., menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, sebagai bank hasil penggabungan pada 27 Januari 2021.
 

“Ini langkah awal bagi kita semua, menjadi keluarga baru, bahu-membahu, mengemban amanah, menjadi bank syariah terbesar, dan tentunya kita mengharapkan menjadi bank terbaik, baromater perbankan syariah di dunia,” tutur Hery.
 

Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,8 persen dalam lima tahun mendatang.
 

Hingga akhir tahun lalu, Hery juga mencatat bahwa total aset ketiga bank miliki Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun.

 

Berdasarkan data dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memperhitungkan laporan keuangan Juni 2020, bank ini akan menghasilkan total aktiva mencapai Rp 214,65 triliun, terdiri dari aset BSM Rp 114,40 triliun, BNI Syariah Rp 50,76 triliun, & BRIS Rp 49,58 triliun.

Foto: Neraca keuangan tiga bank syariah BUMN - CNBC Indonesia


Hasil penggabungan ini akan menghasilkan bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp 214,6 triliun. BSI akan menjadi Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp 20,42 triliun
 

Setelah digabungkan bank ini langsung melesat masuk dalam top 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia dan praktis menjadi bank syariah dengan aset terbesar di dalam negeri. Saat ini ketiga bank pelat merah ini setidaknya memiliki jumlah karyawan sebanyak 20.000 ribu lebih yang tersebar di 1.200 cabang di seluruh Indonesia.
 

Dengan aset-aset yang dimiliki oleh bank-bank yang digabungkan ini, maka BSI nantinya akan memiliki 1.200 cabang di seluruh Indonesia. Selain kantor cabang, nasabah juga kan difasilitas dengan 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

Logo Bank Syariah Indonesia
 

Berikut ini susunan komisaris dan direksi BSI sesuai hasil RUPSLB BRIS 15 Desember 2020: 
 

Dewan Komisaris:
Mulya E. Siregar: Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Suyanto: Komisaris
Masduki Baidlowi: Komisaris
Imam Budi Sarjito: Komisaris
Sutanto: Komisaris
Bangun S. Kusmulyono: Komisaris Independen
M. Arief Rosyid Hasan: Komisaris Independen
Komaruddin Hidayat: Komisaris Independen
Eko Suwardi: Komisaris Independen

Dewan Pengawas Syariah:
Mohamad Hidayat: Ketua Dewan Pengawas Syariah
Oni Syahroni :Anggota Dewan Pengawas Syariah
Hasanudin: Anggota Dewan Pengawas Syariah
Didin Hafidhuddin: Anggota Dewan Pengawas Syariah

Direksi:
Hery Gunardi: Direktur Utama
Ngatari: Wakil Direktur Utama 1
Abdullah Firman Wibowo: Wakil Direktur Utama 2
Kusman Yandi: Direktur Wholesale Transaction Banking
Kokok Alun Akbar: Direktur Retail Banking
Anton Sukarna: Direktur Sales and Distribution
Achmad Syafii: Direktur Information Technology
Tiwul Widyastuti: Direktur Risk Management
Tribuana Tunggadewi: Direktur Compliance and Human Capital
Ade Cahyo Nugroho: Direktur Finance and Strategy

Baca Artikel Lain





62 Pride  01 Maret 2021

Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru