62 Pride  02 Oktober 2020, 10:15

BATIK, Warisan Budaya yang Diakui Dunia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

BATIK, Warisan Budaya yang Diakui Dunia

Indonesia mempunyai segudang budaya yang tak akan ada habisnya untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah batik yang merupakan karya seni terbaik dimiliki oleh Indonesia. Batik berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna  “menulis” dan “titik” sehingga digabungkan berarti menulis titik-titik “indah di atas kain”. Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sehingga berdasarkan keputusan ini, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Ini kisah batik yang Ku Ka persembahkan untukmu, Lokalovers!
 

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

 

Perjalanan Batik Indonesia hingga diakui oleh UNESCO

 

Proses pengukuhan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO cukup panjang. Bersama dengan batik Indonesia, UNESCO telah menerima 111 nominasi elemen budaya dari 35 negara, dan hanya 76 diakui dan dimasukkan dalam daftar tersebut.

 

UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan dan yang meninggal ditutup dengan kain batik. Dari lahir hingga kembali ke tanah, Indonesia melekat di dalam jiwa-raga. UNESCO memasukan Batik Indonesia ke dalam representative list karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya takbenda pada saat ini dan di masa mendatang.

 

Hingga pada akhirnya Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO  dalam sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak Benda di Abu Dhabi, pada 2 Oktober 2009. Masuknya batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

Sosok dibalik pengakuan Batik Indonesia oleh UNESCO

 

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (sekarang Kementerian Pariwisata) menyatakan upaya agar batik Indonesia diakui UNESCO melibatkan para pemangku kepentingan terkait dengan batik, baik pemerintah, maupun para pengrajin, pakar asosiasi pengusaha dan yayasan/lembaga batik serta masyarakat luas dalam penyusunan dokumen nominasi.

 

Dalam menyiapkan nominasi, para pihak terkait telah melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan penelitian di lapangan, pengkajian, seminar dan sebagainya untuk mendiskusikan isi dokumen dan memperkaya informasi secara bebas dan terbuka.

 

Perwakilan RI di negara-negara anggota tim juri (subsidiary body) di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Mexico, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris, turut memegang peranan penting dalam melakukan lobi kepada para anggota tim itu sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi batik. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan upaya pemerintah Indonesia ini merupakan komitmen sebagai negara pihak konvensi UNESCO tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, yang telah berlaku sejak 2003 dan diratifikasi oleh 114 negara (Indonesia meratifikasinya tahun 2007).

 

Selanjutnya seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah melakukan langkah-langkah secara berkesinambungan untuk perlindungan termasuk peningkatan kesadaran dan pengembangan kapasitas termasuk aktivitas pendidikan dan pelatihan.

 

Bangga Batik Indonesia

 

Sebagai masyarakat Indonesia sudah sepatutnya berbangga akan Batik Indonesia. Setiap daerah mempunyai motif batik yang berbeda-beda dengan makna dan filosofi. Inovasi batik terus dilakukan agar eksistensi batik tidak pernah pudar terutama di kalangan anak muda. Tak hanya kain batik namun batik dapat dijadikan pakaian, tas, hingga aksesoris. Dengan mengenakan Batik, nilai kelokalan dan kebanggaan pun bertambah. Batik Indonesia juga sudah terkenal di penjuru dunia hingga para artis mancanegara pun mengagumi dan memakai batik Indonesia.

 

Kemanapun, di manapun, batik kebanggaanku!

 

Baca Artikel Lain

PM Jepang Kenakan Masker Motif Batik Saat Berkunjung ke Indonesia
Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM
Daftar program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau BLT UMKM Secara Offline
Rescue: Si Putih, Stray Dog yang Disayang Para Pekerja
Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo

62 Pride  02 Oktober 2020, 10:15

BATIK, Warisan Budaya yang Diakui Dunia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

BATIK, Warisan Budaya yang Diakui Dunia

Indonesia mempunyai segudang budaya yang tak akan ada habisnya untuk dieksplorasi. Salah satunya adalah batik yang merupakan karya seni terbaik dimiliki oleh Indonesia. Batik berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna  “menulis” dan “titik” sehingga digabungkan berarti menulis titik-titik “indah di atas kain”. Pada tanggal 2 Oktober 2009, batik secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sehingga berdasarkan keputusan ini, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Ini kisah batik yang Ku Ka persembahkan untukmu, Lokalovers!
 

Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejak ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

 

Perjalanan Batik Indonesia hingga diakui oleh UNESCO

 

Proses pengukuhan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO cukup panjang. Bersama dengan batik Indonesia, UNESCO telah menerima 111 nominasi elemen budaya dari 35 negara, dan hanya 76 diakui dan dimasukkan dalam daftar tersebut.

 

UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan dan yang meninggal ditutup dengan kain batik. Dari lahir hingga kembali ke tanah, Indonesia melekat di dalam jiwa-raga. UNESCO memasukan Batik Indonesia ke dalam representative list karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya takbenda pada saat ini dan di masa mendatang.

 

Hingga pada akhirnya Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO  dalam sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak Benda di Abu Dhabi, pada 2 Oktober 2009. Masuknya batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

Sosok dibalik pengakuan Batik Indonesia oleh UNESCO

 

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (sekarang Kementerian Pariwisata) menyatakan upaya agar batik Indonesia diakui UNESCO melibatkan para pemangku kepentingan terkait dengan batik, baik pemerintah, maupun para pengrajin, pakar asosiasi pengusaha dan yayasan/lembaga batik serta masyarakat luas dalam penyusunan dokumen nominasi.

 

Dalam menyiapkan nominasi, para pihak terkait telah melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan penelitian di lapangan, pengkajian, seminar dan sebagainya untuk mendiskusikan isi dokumen dan memperkaya informasi secara bebas dan terbuka.

 

Perwakilan RI di negara-negara anggota tim juri (subsidiary body) di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Mexico, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris, turut memegang peranan penting dalam melakukan lobi kepada para anggota tim itu sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi batik. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan upaya pemerintah Indonesia ini merupakan komitmen sebagai negara pihak konvensi UNESCO tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, yang telah berlaku sejak 2003 dan diratifikasi oleh 114 negara (Indonesia meratifikasinya tahun 2007).

 

Selanjutnya seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah melakukan langkah-langkah secara berkesinambungan untuk perlindungan termasuk peningkatan kesadaran dan pengembangan kapasitas termasuk aktivitas pendidikan dan pelatihan.

 

Bangga Batik Indonesia

 

Sebagai masyarakat Indonesia sudah sepatutnya berbangga akan Batik Indonesia. Setiap daerah mempunyai motif batik yang berbeda-beda dengan makna dan filosofi. Inovasi batik terus dilakukan agar eksistensi batik tidak pernah pudar terutama di kalangan anak muda. Tak hanya kain batik namun batik dapat dijadikan pakaian, tas, hingga aksesoris. Dengan mengenakan Batik, nilai kelokalan dan kebanggaan pun bertambah. Batik Indonesia juga sudah terkenal di penjuru dunia hingga para artis mancanegara pun mengagumi dan memakai batik Indonesia.

 

Kemanapun, di manapun, batik kebanggaanku!

 

Baca Artikel Lain


Bisnis Lokal  22 Oktober 2020

Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




62 Pride  20 Oktober 2020

Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru