62 Pride  03 Agustus 2021, 12:21

Cetak Sejarah, Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Di Olimpiade Tokyo 2020

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Cetak Sejarah, Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Di Olimpiade Tokyo 2020

Kemarin (Senin, 2/8/2021) Indonesia mencetak sejarah dunia di pentas Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah meraih medali emas. Emas pertama ini disumbangkan pasangan Apriayani Rahayu dan Greysia Polii.
 

Greysia Polii/Apriyani Rahayu merayakan keberhasilan meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. (Lintao Zhang/Getty Images)


Apriyani dan Greysia berhasil menyabet emas setelah menundukkaln pasangan peringkat dua dunia dari China, Chen Qingchen dan Jia Yifan, dua set langsung (21-19) dan 21-15.
 

Bermain dengan determinasi luar biasa, Greysia/Apriyani yang merupakan atlet dari PB Jaya Raya menang dalam dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.
 

Dengan keberhasilan Greysia/Apriyani, Indonesia akhirnya berhasil meraih emas di semua sektor bulu tangkis di Olimpiade. Di tunggal putri, ada Susy Susanti, lalu Alan Budikusuma (tunggal putra), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra), Candra Wijaya/Tony Gunawan (ganda putra), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).


 

Sejak awal pertandingan, Greysia/Apriyani bermain sangat agresif. Di game pertama mereka langsung unggul 4-1. Mereka bermain sangat solid, punya defense yang ketat, dan memiliki mentalitas yang sangat positif.
 

Saat interval, mereka memimpin 11-8, lalu menjadi 18-14. Chen/Jia sempat menyusul 18-19. Tetapi dalam kondisi sangat ketat dan menegangkan, akhirnya mantan ganda putri nomor satu dunia dan mantan juara dunia itu kandas dengan skor 19-21 di game pembuka.
 

“Mereka bermain dengan pola panjang, nggak usah buru-buru, nanti malah mati sendiri,” begitu instruksi pelatih ganda putri Eng Hian.
 

Pada game kedua, permainan Greysia/Apriyani bertambah solid. Mereka bermain sangat nyaman dan unggul 11-7 saat interval. Lalu terus mengendalikan permainan dan akhirnya leading dengan skor 17-9 dan menutup pertandingan dengan skor 21-15.
 

Apriyani dan Greysia, menunjukkan pada dunia bahwa pemain-pemain putri Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Artikel Lain

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan
Siaran Pers -  The Local Market Weekend Series: Holiday Market
Tempe Mendoan Sah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London
Sejarah Baru Bagi Indonesia, Pertama Kali Jadi Presidensi G20

62 Pride  03 Agustus 2021, 12:21

Cetak Sejarah, Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Di Olimpiade Tokyo 2020

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Cetak Sejarah, Ganda Putri Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Di Olimpiade Tokyo 2020

Kemarin (Senin, 2/8/2021) Indonesia mencetak sejarah dunia di pentas Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah meraih medali emas. Emas pertama ini disumbangkan pasangan Apriayani Rahayu dan Greysia Polii.
 

Greysia Polii/Apriyani Rahayu merayakan keberhasilan meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. (Lintao Zhang/Getty Images)


Apriyani dan Greysia berhasil menyabet emas setelah menundukkaln pasangan peringkat dua dunia dari China, Chen Qingchen dan Jia Yifan, dua set langsung (21-19) dan 21-15.
 

Bermain dengan determinasi luar biasa, Greysia/Apriyani yang merupakan atlet dari PB Jaya Raya menang dalam dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.
 

Dengan keberhasilan Greysia/Apriyani, Indonesia akhirnya berhasil meraih emas di semua sektor bulu tangkis di Olimpiade. Di tunggal putri, ada Susy Susanti, lalu Alan Budikusuma (tunggal putra), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra), Candra Wijaya/Tony Gunawan (ganda putra), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).


 

Sejak awal pertandingan, Greysia/Apriyani bermain sangat agresif. Di game pertama mereka langsung unggul 4-1. Mereka bermain sangat solid, punya defense yang ketat, dan memiliki mentalitas yang sangat positif.
 

Saat interval, mereka memimpin 11-8, lalu menjadi 18-14. Chen/Jia sempat menyusul 18-19. Tetapi dalam kondisi sangat ketat dan menegangkan, akhirnya mantan ganda putri nomor satu dunia dan mantan juara dunia itu kandas dengan skor 19-21 di game pembuka.
 

“Mereka bermain dengan pola panjang, nggak usah buru-buru, nanti malah mati sendiri,” begitu instruksi pelatih ganda putri Eng Hian.
 

Pada game kedua, permainan Greysia/Apriyani bertambah solid. Mereka bermain sangat nyaman dan unggul 11-7 saat interval. Lalu terus mengendalikan permainan dan akhirnya leading dengan skor 17-9 dan menutup pertandingan dengan skor 21-15.
 

Apriyani dan Greysia, menunjukkan pada dunia bahwa pemain-pemain putri Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Artikel Lain



62 Pride  10 November 2021

Tempe Mendoan Sah sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Local Heroes  03 November 2021

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Artikel Terbaru