Kabar Terkini  28 Januari 2022, 12:22

Dorong UMKM Naik Kelas, KemenkopUKM Luncurkan Program New PLUT

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Dorong UMKM Naik Kelas, KemenkopUKM Luncurkan Program New PLUT

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) meluncurkan program New PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan UMKM, serta menciptakan entrepreneur produktif.
 

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, menyampaikan redesain PLUT menjadi New PLUT merupakan implementasi dari PP 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Pembaharuan PLUT ini menjadi tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi seluruh kebijakan di KemenkopUKM terkait upaya meningkatkan jumlah entrepreneur dan mendorong UMKM naik kelas.


"New PLUT dapat menjadi solusi bagi penyediaan program unggulan bagi pelaku usaha, karena di dalamnya terdapat inkubasi, konsultasi, bussiness matching hingga showcase bagi produk UMKM atau enterpreneur baru," ujarnya.
 

Pendekatan melalui model inkubasi ini diharapkan mampu melahirkan enterprenuer baru yang berkualitas. Ia menegaskan, Pemerintah perlu melahirkan the future SME yang mampu bersaing baik di pasar domestik maupun pasar global.
 

Untuk dapat bersaing, Teten menambahkan entrepreneur produktif harus diciptakan. Pemerintah menargetkan jumlah rasio kewirausahaan mencapai 3,95% persen di tahun 2024, dimana saat ini yang baru mencapai 3,55% dari total penduduk Indonesia. Untuk mencapai target itu maka telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan yang resmi berlaku pada 3 Januari 2022 lalu.
 

"Baru keluar Perpres Kewirausahaan, dan di Perpres itu targetnya mencetak entrepreneur baru dengan pendekatan inkubasi. Meski kita ada 64 juta pelaku UMKM tapi yang masuk kategori enterpreneur baru 3,55%," sambungnya.
 

Teten menyebut, dengan pendekatan baru ini harus mampu melahirkan enterpreuner baru, dimana PLUT menjadi bagian untuk mencapai target itu. Pasalnya tujuan Pemerintah ialah mengubah struktur ekonomi yang mayoritas mikro, kecil dan menengah diperkuat dan didorong menjadi pengusaha besar.
 

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah mengatakan saat ini PLUT yang terbangun mencapai 74 unit yang tersebar di 32 provinsi. Tahun ini akan dilakukan pembangunan PLUT di 13 Kabupaten/Kota dan merenovasi 7 unit PLUT.
 

Sebagai pilot project, implementasi program New PLUT dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Lampung. Diharapkan nantinya PLUT di seluruh wilayah di Indonesia dapat mengikuti dan melaksanakan program baru yang telah disusun secara komprehensif.
 

"Dengan konsep PLUT yang baru diharapkan akan jadi tempat pendaftaran dan tempat perizinan UMKM, jadi pusat pendampingan, menjadi rumah konsultasi, jadi market place dan tempat bertemunya buyer dan seller serta co working space bagi UMKM," kata Siti Azizah.

Baca Artikel Lain

Kominfo Luncurkan Buku Panduan ‘Mudik Aman dan Sehat’
Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal
3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago
Pertama di Dunia, Masjid Istiqlal Dapat Sertifikat Green Mosque
Presiden: 29 April dan 4-6 Mei Cuti Bersama Idulfitri 1443 H

Kabar Terkini  28 Januari 2022, 12:22

Dorong UMKM Naik Kelas, KemenkopUKM Luncurkan Program New PLUT

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Dorong UMKM Naik Kelas, KemenkopUKM Luncurkan Program New PLUT

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) meluncurkan program New PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Program ini merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan UMKM, serta menciptakan entrepreneur produktif.
 

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki, menyampaikan redesain PLUT menjadi New PLUT merupakan implementasi dari PP 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Pembaharuan PLUT ini menjadi tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi seluruh kebijakan di KemenkopUKM terkait upaya meningkatkan jumlah entrepreneur dan mendorong UMKM naik kelas.


"New PLUT dapat menjadi solusi bagi penyediaan program unggulan bagi pelaku usaha, karena di dalamnya terdapat inkubasi, konsultasi, bussiness matching hingga showcase bagi produk UMKM atau enterpreneur baru," ujarnya.
 

Pendekatan melalui model inkubasi ini diharapkan mampu melahirkan enterprenuer baru yang berkualitas. Ia menegaskan, Pemerintah perlu melahirkan the future SME yang mampu bersaing baik di pasar domestik maupun pasar global.
 

Untuk dapat bersaing, Teten menambahkan entrepreneur produktif harus diciptakan. Pemerintah menargetkan jumlah rasio kewirausahaan mencapai 3,95% persen di tahun 2024, dimana saat ini yang baru mencapai 3,55% dari total penduduk Indonesia. Untuk mencapai target itu maka telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan yang resmi berlaku pada 3 Januari 2022 lalu.
 

"Baru keluar Perpres Kewirausahaan, dan di Perpres itu targetnya mencetak entrepreneur baru dengan pendekatan inkubasi. Meski kita ada 64 juta pelaku UMKM tapi yang masuk kategori enterpreneur baru 3,55%," sambungnya.
 

Teten menyebut, dengan pendekatan baru ini harus mampu melahirkan enterpreuner baru, dimana PLUT menjadi bagian untuk mencapai target itu. Pasalnya tujuan Pemerintah ialah mengubah struktur ekonomi yang mayoritas mikro, kecil dan menengah diperkuat dan didorong menjadi pengusaha besar.
 

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah mengatakan saat ini PLUT yang terbangun mencapai 74 unit yang tersebar di 32 provinsi. Tahun ini akan dilakukan pembangunan PLUT di 13 Kabupaten/Kota dan merenovasi 7 unit PLUT.
 

Sebagai pilot project, implementasi program New PLUT dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan Lampung. Diharapkan nantinya PLUT di seluruh wilayah di Indonesia dapat mengikuti dan melaksanakan program baru yang telah disusun secara komprehensif.
 

"Dengan konsep PLUT yang baru diharapkan akan jadi tempat pendaftaran dan tempat perizinan UMKM, jadi pusat pendampingan, menjadi rumah konsultasi, jadi market place dan tempat bertemunya buyer dan seller serta co working space bagi UMKM," kata Siti Azizah.

Baca Artikel Lain


Kabar Terkini  14 April 2022

Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka





Artikel Terbaru