62 Pride  10 Februari 2021, 14:04

GeNose, Alat Deteksi Cepat Covid-19 Karya Anak Bangsa

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

GeNose, Alat Deteksi Cepat Covid-19 Karya Anak Bangsa

Halo Lokalovers! Ada alat yang sedang menjadi pembicaraan banyak orang nih, apalagi ternyata alat tersebut buatan dalam negeri, namanya GeNose.

GeNose menjadi harapan dalam upaya pelacakan, penelusuran, dan pengujian cepat Covid-19 di Indonesia. Bahkan, GeNose diklaim mempunyai akurasi di atas 90% dengan hasil cepat 50 detik.

 
Tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses memproduksi alat pendeteksi virus Covid-19 yang diberi nama GeNose C19 (GeNose). Cikal bakal alat ini, sudah dimulai sejak 6-7 tahun lalu. Namun kala itu, alat ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan narkoba, di pelabuhan. Hal tersebut dikisahkan Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM. Paripurna mengatakan, kala itu ada kebutuhan sebuah alat untuk mendeteksi keberadaan narkoba bagi aktifitas di pelabuhan. UGM sejak 7 tahun lalu, sudah berhasil membuat alatnya.
 
Kala wabah virus corona (Covid-19) melanda di Indonesia, alat tersebut dikembangkan lagi guna mendeteksi penderita Covid-19. Cara pengetesan adalah melalui deteksi hembusan nafas. Alat ini membutuhkan waktu sangat cepat, yakni sekitar 2 menit guna mengidentifikasi ada tidaknya virus Covid-19 pada orang yang dites. "Alat ini juga dapat mendeteksi virus Covid-19 pada OTG (orang tanpa gejala)," kata Paripurna, kepada media Kontan.
 
GeNose C19 memiliki sensor yang dapat mengidentifikasi Covid-19 lewat bau-bauan. Sensor pengindera tersebut untuk saat ini masih diimpor dari Jerman dan Jepang. Produk GeNose C19 telah memiliki izin edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 24 Desember 2020 dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 dengan kategori kelompok Elektromedik Non Radiasi/B. Produsen/pabrikan produk GeNose C19 yang resmi terdaftar adalah PT Swayasa Prakarsa.

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta mengembangkan alat deteksi Covid-19 yang disebut GeNose.(DOK. KEMENRISTEK)

 
Apa itu GeNose C19?
GeNose C19 adalah alat yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence) dalam membedakan pola senyawa yang dideteksi. Khususnya, GeNose C10 dapat membedakan pola senyawa dari volatile organic compound (VOC) nafas manusia yang terinfeksi COVID-19 atau tidak. GeNose C19 versi screening atau GeNose C19-S merupakan alat skrining cepat infeksi virus SARS-CoV2 melalui hembusan nafas pasien COVID-19.
 
 
Bagaimana akurasi GeNose C19? Bagaimana jika dibandingkan dengan Rapid Test dan Swab Test?
Produk GeNose C19 memiliki tingkat akurasi sebesar 93-95% dengan tingkat sensitivitas 89-92%, spesifisitas 95-96%, dengan positive predictive value (PPV) 87-88% dan negative predictive value (NPV) 97%. Nilai sensitifitas, spesifisitas, PPV dan NPV diperoleh melalui uji klinis / diagnostik 3 tahap yang melibatkan subyek dari rawat inap (tahap 1), rawat jalan (tahap 2; pasien terduga COVID-19 dan kontak erat) dan skrining bebas (tahap 3: pasien tanpa gejala) dengan dibandingkan langsung terhadap pemeriksaan tes swab berbasis RT-PCR. Keunggulan produk GeNose C19 dibandingkan dengan rapid test dan swab test/PCR yaitu cepat diketahui hasilnya, hanya memerlukan waktu selama kurang lebih 3 (tiga) menit, tidak perlu reagen serta bahan kimia lainnya, dapat terhubung ke cloud system (IoT) sehingga dapat diakses secara online, dan murah biaya tesnya.
 
 
Apakah hasil uji produk GeNose C19 dapat dijadikan acuan penegakan diagnosis COVID-19?
Saat ini gold standard penegakan diagnosis COVID-19 pada pasien tetap melalui pengujian polymerase chain reaction (PCR). Adapun hasil pengujian GeNose C19 dapat digunakan sebagai skrining  awal keberadaan virus  SARS-CoV2 di dalam tubuh manusia.
 
 
Jangan Terjebak Beli GeNose Lewat Situs Belanja Online
Alat skrining Covid-19 karya UGM, GeNose C19, dari hari ke hari kian menjadi primadona dan diperbincangkan masyarakat. Banyak dari mereka yang mengapresiasi GeNose C19 karena lebih praktis, tidak sakit dan murah dibanding alat skrining Covid-19 lainnya. Sayangnya, usai memperoleh izin edar dan dipasarkan, beberapa pihak justru mengambil keuntungan dari GeNose terutama tentang penetapan harga jual di pasaran yang beragam. Salah satunya seperti yang dijual di salah satu situs belanja online tanah air baru-baru.


 
“Di sana terlihat GeNose dijual dengan harga beragam. Ada yang 75, 80 bahkan 90 juta,”papar Dr Hargo Utomo, MBA., Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Selasa (2/2). Hargo menegaskan distribusi GeNose sudah dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa. Saat ini telah ada 3 distributor resmi GeNose C19 dan menyusul 3 distributor lainnya. Hargo juga menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) GeNose sebesar Rp 62 juta per unit (sebelum dikenakan pajak). “Harganya sudah ditentukan dan tidak diperbolehkan menjual di atas harga tersebut,”tegas Hargo. Untuk itu Hargo berharap agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan tawaran untuk membeli GeNose selain melalui distributor resmi yang ditunjuk. Saat ini, GeNose juga belum ditawarkan melalui situs belanja online.


Semenjak mendapat izin edar pada 24 Desember 2020 lalu, alat deteksi GeNose UGM kini sudah beroperasional di beberapa lokasi. Selain di beberapa stasiun, seperti Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen Jakarta, masyarakat yang ingin tes dengan GeNose UGM kini dapat mengunjungi beberapa rumah sakit di Yogyakarta. (ugm.ac.id)

 
Hargo yang juga mewakili UGM Science Techno Park menambahkan pemasaran GeNose C19 saat ini diprioritaskan untuk penanggulangan Covid-19 pada layanan kesehatan, rumah sakit, layanan publik, pemerintahan, sekolah, pesantren, kampus dan perusahaan/industri. “Dalam tahap ini belum diprioritaskan untuk skala rumah tangga atau perseorangan,”pungkasnya.
 

Semoga dengan inovasi terbaru ini, program pendataan yang dilakukan pemerintah bisa lebih cepat dilaksanakan, dan membawa dampak baik bagi masyarakat luas ya! Informasi lebih lanjut terkait GeNose C19 bisa cek di laman UGM https://ditpui.ugm.ac.id/faq/
 
 

Baca Artikel Lain

Gaun Sate Ayam Wakil Indonesia di Miss Grand International
Kota Salatiga  Paling Toleran se-Indonesia Versi Setara Instute
Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!
Bandung, Kota dengan Makanan Tradisional Terbaik di Dunia 2020 Versi Tasteatlas
Mekanisme Pendaftaran & Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia

62 Pride  10 Februari 2021, 14:04

GeNose, Alat Deteksi Cepat Covid-19 Karya Anak Bangsa

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

GeNose, Alat Deteksi Cepat Covid-19 Karya Anak Bangsa

Halo Lokalovers! Ada alat yang sedang menjadi pembicaraan banyak orang nih, apalagi ternyata alat tersebut buatan dalam negeri, namanya GeNose.

GeNose menjadi harapan dalam upaya pelacakan, penelusuran, dan pengujian cepat Covid-19 di Indonesia. Bahkan, GeNose diklaim mempunyai akurasi di atas 90% dengan hasil cepat 50 detik.

 
Tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses memproduksi alat pendeteksi virus Covid-19 yang diberi nama GeNose C19 (GeNose). Cikal bakal alat ini, sudah dimulai sejak 6-7 tahun lalu. Namun kala itu, alat ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan narkoba, di pelabuhan. Hal tersebut dikisahkan Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM. Paripurna mengatakan, kala itu ada kebutuhan sebuah alat untuk mendeteksi keberadaan narkoba bagi aktifitas di pelabuhan. UGM sejak 7 tahun lalu, sudah berhasil membuat alatnya.
 
Kala wabah virus corona (Covid-19) melanda di Indonesia, alat tersebut dikembangkan lagi guna mendeteksi penderita Covid-19. Cara pengetesan adalah melalui deteksi hembusan nafas. Alat ini membutuhkan waktu sangat cepat, yakni sekitar 2 menit guna mengidentifikasi ada tidaknya virus Covid-19 pada orang yang dites. "Alat ini juga dapat mendeteksi virus Covid-19 pada OTG (orang tanpa gejala)," kata Paripurna, kepada media Kontan.
 
GeNose C19 memiliki sensor yang dapat mengidentifikasi Covid-19 lewat bau-bauan. Sensor pengindera tersebut untuk saat ini masih diimpor dari Jerman dan Jepang. Produk GeNose C19 telah memiliki izin edar Alat Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 24 Desember 2020 dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 dengan kategori kelompok Elektromedik Non Radiasi/B. Produsen/pabrikan produk GeNose C19 yang resmi terdaftar adalah PT Swayasa Prakarsa.

Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta mengembangkan alat deteksi Covid-19 yang disebut GeNose.(DOK. KEMENRISTEK)

 
Apa itu GeNose C19?
GeNose C19 adalah alat yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence) dalam membedakan pola senyawa yang dideteksi. Khususnya, GeNose C10 dapat membedakan pola senyawa dari volatile organic compound (VOC) nafas manusia yang terinfeksi COVID-19 atau tidak. GeNose C19 versi screening atau GeNose C19-S merupakan alat skrining cepat infeksi virus SARS-CoV2 melalui hembusan nafas pasien COVID-19.
 
 
Bagaimana akurasi GeNose C19? Bagaimana jika dibandingkan dengan Rapid Test dan Swab Test?
Produk GeNose C19 memiliki tingkat akurasi sebesar 93-95% dengan tingkat sensitivitas 89-92%, spesifisitas 95-96%, dengan positive predictive value (PPV) 87-88% dan negative predictive value (NPV) 97%. Nilai sensitifitas, spesifisitas, PPV dan NPV diperoleh melalui uji klinis / diagnostik 3 tahap yang melibatkan subyek dari rawat inap (tahap 1), rawat jalan (tahap 2; pasien terduga COVID-19 dan kontak erat) dan skrining bebas (tahap 3: pasien tanpa gejala) dengan dibandingkan langsung terhadap pemeriksaan tes swab berbasis RT-PCR. Keunggulan produk GeNose C19 dibandingkan dengan rapid test dan swab test/PCR yaitu cepat diketahui hasilnya, hanya memerlukan waktu selama kurang lebih 3 (tiga) menit, tidak perlu reagen serta bahan kimia lainnya, dapat terhubung ke cloud system (IoT) sehingga dapat diakses secara online, dan murah biaya tesnya.
 
 
Apakah hasil uji produk GeNose C19 dapat dijadikan acuan penegakan diagnosis COVID-19?
Saat ini gold standard penegakan diagnosis COVID-19 pada pasien tetap melalui pengujian polymerase chain reaction (PCR). Adapun hasil pengujian GeNose C19 dapat digunakan sebagai skrining  awal keberadaan virus  SARS-CoV2 di dalam tubuh manusia.
 
 
Jangan Terjebak Beli GeNose Lewat Situs Belanja Online
Alat skrining Covid-19 karya UGM, GeNose C19, dari hari ke hari kian menjadi primadona dan diperbincangkan masyarakat. Banyak dari mereka yang mengapresiasi GeNose C19 karena lebih praktis, tidak sakit dan murah dibanding alat skrining Covid-19 lainnya. Sayangnya, usai memperoleh izin edar dan dipasarkan, beberapa pihak justru mengambil keuntungan dari GeNose terutama tentang penetapan harga jual di pasaran yang beragam. Salah satunya seperti yang dijual di salah satu situs belanja online tanah air baru-baru.


 
“Di sana terlihat GeNose dijual dengan harga beragam. Ada yang 75, 80 bahkan 90 juta,”papar Dr Hargo Utomo, MBA., Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Selasa (2/2). Hargo menegaskan distribusi GeNose sudah dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa. Saat ini telah ada 3 distributor resmi GeNose C19 dan menyusul 3 distributor lainnya. Hargo juga menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) GeNose sebesar Rp 62 juta per unit (sebelum dikenakan pajak). “Harganya sudah ditentukan dan tidak diperbolehkan menjual di atas harga tersebut,”tegas Hargo. Untuk itu Hargo berharap agar masyarakat berhati-hati dan waspada dengan tawaran untuk membeli GeNose selain melalui distributor resmi yang ditunjuk. Saat ini, GeNose juga belum ditawarkan melalui situs belanja online.


Semenjak mendapat izin edar pada 24 Desember 2020 lalu, alat deteksi GeNose UGM kini sudah beroperasional di beberapa lokasi. Selain di beberapa stasiun, seperti Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Pasar Senen Jakarta, masyarakat yang ingin tes dengan GeNose UGM kini dapat mengunjungi beberapa rumah sakit di Yogyakarta. (ugm.ac.id)

 
Hargo yang juga mewakili UGM Science Techno Park menambahkan pemasaran GeNose C19 saat ini diprioritaskan untuk penanggulangan Covid-19 pada layanan kesehatan, rumah sakit, layanan publik, pemerintahan, sekolah, pesantren, kampus dan perusahaan/industri. “Dalam tahap ini belum diprioritaskan untuk skala rumah tangga atau perseorangan,”pungkasnya.
 

Semoga dengan inovasi terbaru ini, program pendataan yang dilakukan pemerintah bisa lebih cepat dilaksanakan, dan membawa dampak baik bagi masyarakat luas ya! Informasi lebih lanjut terkait GeNose C19 bisa cek di laman UGM https://ditpui.ugm.ac.id/faq/
 
 

Baca Artikel Lain



62 Pride  01 Maret 2021

Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




Artikel Terbaru