Local Heroes  03 November 2021, 12:50

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Ilmuwan Indonesia, Carina Citra Dewi Joe, salah satu figur di tim manufaktur yang sukses memproduksi vaksin yang paling banyak didistribusikan di dunia, Oxford AstraZeneca, mewakili tim menerima penghargaan Pride of Britain di London.

"Ketika giliran tim Oxford, hadirin memberikan sambutan dengan berdiri, lama sekali," cerita Carina, salah seorang anggota tim yang dipilih untuk mewakili tim dalam menerima penghargaan itu. Tim vaksin Oxford menerima Special Recognition Award atau penghargaan khusus dalam acara yang dihadiri banyak selebriti ini.

Penghargaan ini merupakan satu dari sejumlah penghargaan yang diterima tim vaksin Universitas Oxford sejauh ini.

Ketua tim manufaktur, Dr Sandy Douglas mengatakan formula "dua sendok makan sel" yang ditemukan Carina menjadi landasan produksi besar vaksin Oxford AstraZeneca, serta memungkinkan diproduksi dengan "harga semurah mungkin".

Saat ini vaksin Oxford AstraZeneca adalah vaksin yang paling luas jangkauannya, dengan lokasi produksi di lebih selusin laboratorium di lima benua. Vaksin ini digunakan di lebih 170 negara, termasuk Indonesia.

Produksi vaksin dalam skala besar dalam waktu singkat, yang dilakukan Universitas Oxford dan AstraZeneca serta sejumlah produsen lain, pertama terjadi dalam pandemi Covid-19 ini. Biasanya produksi vaksin memakan waktu setidaknya 10 tahun.

"Formula 30 mililiter sel" itu ditemukan Carina pada 15 Januari 2020. Temuan ini memungkinkan produksi vaksin lebih banyak 10 kali dengan menggunakan sel hanya sekitar dua sendok makan.

Dari percobaan awal ini, jumlah sel ditingkatkan terus sampai pada skala produksi besar melalui kerja sama dengan berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Publikasi ilmiah terkait formula "30 milimeter sel ini" akan diterbitkan Universitas Oxford pada bulan November.

Baca Artikel Lain

Kominfo Luncurkan Buku Panduan ‘Mudik Aman dan Sehat’
Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal
3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago
Pertama di Dunia, Masjid Istiqlal Dapat Sertifikat Green Mosque
Presiden: 29 April dan 4-6 Mei Cuti Bersama Idulfitri 1443 H

Local Heroes  03 November 2021, 12:50

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Ilmuwan RI Wakili AstraZeneca Raih Penghargaan di London

Ilmuwan Indonesia, Carina Citra Dewi Joe, salah satu figur di tim manufaktur yang sukses memproduksi vaksin yang paling banyak didistribusikan di dunia, Oxford AstraZeneca, mewakili tim menerima penghargaan Pride of Britain di London.

"Ketika giliran tim Oxford, hadirin memberikan sambutan dengan berdiri, lama sekali," cerita Carina, salah seorang anggota tim yang dipilih untuk mewakili tim dalam menerima penghargaan itu. Tim vaksin Oxford menerima Special Recognition Award atau penghargaan khusus dalam acara yang dihadiri banyak selebriti ini.

Penghargaan ini merupakan satu dari sejumlah penghargaan yang diterima tim vaksin Universitas Oxford sejauh ini.

Ketua tim manufaktur, Dr Sandy Douglas mengatakan formula "dua sendok makan sel" yang ditemukan Carina menjadi landasan produksi besar vaksin Oxford AstraZeneca, serta memungkinkan diproduksi dengan "harga semurah mungkin".

Saat ini vaksin Oxford AstraZeneca adalah vaksin yang paling luas jangkauannya, dengan lokasi produksi di lebih selusin laboratorium di lima benua. Vaksin ini digunakan di lebih 170 negara, termasuk Indonesia.

Produksi vaksin dalam skala besar dalam waktu singkat, yang dilakukan Universitas Oxford dan AstraZeneca serta sejumlah produsen lain, pertama terjadi dalam pandemi Covid-19 ini. Biasanya produksi vaksin memakan waktu setidaknya 10 tahun.

"Formula 30 mililiter sel" itu ditemukan Carina pada 15 Januari 2020. Temuan ini memungkinkan produksi vaksin lebih banyak 10 kali dengan menggunakan sel hanya sekitar dua sendok makan.

Dari percobaan awal ini, jumlah sel ditingkatkan terus sampai pada skala produksi besar melalui kerja sama dengan berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Publikasi ilmiah terkait formula "30 milimeter sel ini" akan diterbitkan Universitas Oxford pada bulan November.

Baca Artikel Lain


Kabar Terkini  14 April 2022

Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka





Artikel Terbaru