62 Pride  28 September 2020, 09:21

Karya Tangan Napi di Lapas Banyuwangi Diminati Perusahaan Dunia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Karya Tangan Napi di Lapas Banyuwangi Diminati Perusahaan Dunia

Kerajinan kayu buatan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Banyuwangi (Lapas Banyuwangi) diminati 5 perusahaan asing. Di antaranya, 3 perusahaan besar dari Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Ada perusahaan Mitsubishi, Kowabo, Daiso, Asung dan Lennox. Kelima perusahaan ini sangat berminat dengan hasil karya perabotan rumah yang terbuat dari kayu ini. "35 persen handicraft yang kita ekspor ke 3 negara, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang dari Lapas Banyuwangi. Kita terus melakukan kerjasama dengan Lapas untuk memenuhi kuota ekspor ke 3 negara itu," ujar Bambang Hariyono, pemilik Oesing Craft, Kamis (24/9/2020). Untuk itu, Lapas Banyuwangi kelas IIA dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker trans), Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi dan Oesing Craft melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS).


Pembuatan kerajinan kayu di Lapas Kelas IIA Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
 

Bambang Hariyono mengaku, kesempatan masa pandemi ini menjadi langkah awal untuk menambah kapasitas ekspor. Sebab, pandemi Covis-19 saat ini membuat banyak negara memulai terobosan baru untuk melakukan penetrasi ekspor ke beberapa negara. "Saat pandemi ini menjadi start awal sebenarnya bagi negara untuk melakukan penetrasi ekspor. Makanya kita dorong ini untuk peningkatan. Kita sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan besar di 3 negara itu," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Alam Suderajat menyambut baik adanya peningkatan kapasitas ekspor barang kerajinan tangan dari warga binaan Lapas Banyuwangi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan SDM warga binaan. Menurutnya, sangat luar biasa kolaborasi dan sinergitas Lapas dengan berbagai stakeholder khususnya eksportir. Ini sangat membantu untuk peningkatan kualitas angkatan kerja. "Tentu produk yang dihasilkan yang harus diminati pasar. Sebenarnya kita masih kurang pelatihan disini. Karena bentuk ekspor yang lain juga masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," pungkasnya. 
 

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, Ketut Akbar Heri Ahjar menambahkan, selain pelatihan handycraft, Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) menambah pelatihan terhadap warga binaan Lapas Banyuwangi. Yang terbaru, adalah kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi. Warga binaan diberikan pelatihan otomotif, hidroponik dan perikanan.  "Ada 60 warga binaan selama 3 bulan ini mendapatkan pelatihan otomotif, hidroponik dan perikanan. Tentu ini menambah SDM warga binaan," ujarnya.  

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker Trans) Banyuwangi, Alam Suderajat, menyambut baik adanya peningkatan kapasitas ekspor barang kerajinan tangan dari warga binaan Lapas Banyuwangi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan SDM warga binaan. Diharapkan setelah mereka menjalani hukuman, mereka punya keahlian.

Baca Artikel Lain

Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di 4 Destinasi Wisata Bali
Kebiasaan Baru Nonton Bioskop, Harus Dipatuhi Ya!
Batik Parang Jadi Masker Pesawat Garuda Indonesia
PM Jepang Kenakan Masker Motif Batik Saat Berkunjung ke Indonesia
Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM

62 Pride  28 September 2020, 09:21

Karya Tangan Napi di Lapas Banyuwangi Diminati Perusahaan Dunia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Karya Tangan Napi di Lapas Banyuwangi Diminati Perusahaan Dunia

Kerajinan kayu buatan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Banyuwangi (Lapas Banyuwangi) diminati 5 perusahaan asing. Di antaranya, 3 perusahaan besar dari Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Ada perusahaan Mitsubishi, Kowabo, Daiso, Asung dan Lennox. Kelima perusahaan ini sangat berminat dengan hasil karya perabotan rumah yang terbuat dari kayu ini. "35 persen handicraft yang kita ekspor ke 3 negara, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang dari Lapas Banyuwangi. Kita terus melakukan kerjasama dengan Lapas untuk memenuhi kuota ekspor ke 3 negara itu," ujar Bambang Hariyono, pemilik Oesing Craft, Kamis (24/9/2020). Untuk itu, Lapas Banyuwangi kelas IIA dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker trans), Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi dan Oesing Craft melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS).


Pembuatan kerajinan kayu di Lapas Kelas IIA Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
 

Bambang Hariyono mengaku, kesempatan masa pandemi ini menjadi langkah awal untuk menambah kapasitas ekspor. Sebab, pandemi Covis-19 saat ini membuat banyak negara memulai terobosan baru untuk melakukan penetrasi ekspor ke beberapa negara. "Saat pandemi ini menjadi start awal sebenarnya bagi negara untuk melakukan penetrasi ekspor. Makanya kita dorong ini untuk peningkatan. Kita sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan besar di 3 negara itu," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi, Alam Suderajat menyambut baik adanya peningkatan kapasitas ekspor barang kerajinan tangan dari warga binaan Lapas Banyuwangi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan SDM warga binaan. Menurutnya, sangat luar biasa kolaborasi dan sinergitas Lapas dengan berbagai stakeholder khususnya eksportir. Ini sangat membantu untuk peningkatan kualitas angkatan kerja. "Tentu produk yang dihasilkan yang harus diminati pasar. Sebenarnya kita masih kurang pelatihan disini. Karena bentuk ekspor yang lain juga masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," pungkasnya. 
 

Sementara itu, Kalapas Banyuwangi, Ketut Akbar Heri Ahjar menambahkan, selain pelatihan handycraft, Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) menambah pelatihan terhadap warga binaan Lapas Banyuwangi. Yang terbaru, adalah kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi. Warga binaan diberikan pelatihan otomotif, hidroponik dan perikanan.  "Ada 60 warga binaan selama 3 bulan ini mendapatkan pelatihan otomotif, hidroponik dan perikanan. Tentu ini menambah SDM warga binaan," ujarnya.  

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian (Disnaker Trans) Banyuwangi, Alam Suderajat, menyambut baik adanya peningkatan kapasitas ekspor barang kerajinan tangan dari warga binaan Lapas Banyuwangi. Hal ini berdampak positif terhadap pembangunan SDM warga binaan. Diharapkan setelah mereka menjalani hukuman, mereka punya keahlian.

Baca Artikel Lain


Gaya Hidup  25 Oktober 2020

Kebiasaan Baru Nonton Bioskop, Harus Dipatuhi Ya!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


62 Pride  23 Oktober 2020

Batik Parang Jadi Masker Pesawat Garuda Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Bisnis Lokal  22 Oktober 2020

Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru

Gaya Hidup  25 Oktober 2020

Kebiasaan Baru Nonton Bioskop, Harus Dipatuhi Ya!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

62 Pride  23 Oktober 2020

Batik Parang Jadi Masker Pesawat Garuda Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Bisnis Lokal  22 Oktober 2020

Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka