Komunitas & Sosial  31 Agustus 2020, 09:58

Kemiskinan Harus Dikurangi Dari Sekarang, Semangat Nan Mulia Dari Yayasan Usaha Mulia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Kemiskinan Harus Dikurangi Dari Sekarang, Semangat Nan Mulia Dari Yayasan Usaha Mulia

Kemiskinan masih menjadi momok bagi bangsa Indonesia yang kerap menghantui karena kasusnya di negeri ini tidak kunjung selesai. Menjadi negeri kepulauan yang rakyatnya tersebar di mana-mana, persebaran kesejahteraan pun terpusat di kota-kota besar saja secara umum. Tidak tinggal diam, Yayasan Usaha Mulia berusaha untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan memuliakan hidup orang banyak dengan menjadikan mereka sejahtera secara perlahan. Simak kisahnya dari obrolan Ku Ka dengan Miftah selaku staff yang menangani Sewing Project dari Yayasan Usaha Mulia.

 

Bagaimana kisah membangun Yayasan Usaha Mulia, Mba Miftah?

 

Pada akhir 1960an 3 Warga Negara Asing, yaitu Wilbert Verheyen, Suster Rina Ruigrok, dan Ibrahim Wessels mulai membantu warga Indonesia pra-sejahtera dengan mendirikan rumah sakit skala kecil untuk menangani mereka. Para WNA ini adalah member dari Subud yang menjadi cikal-bakal pendukung berdirinya Yayasan Usaha Mulia (YUM) pada 1975.
 

Seiring berjalannya waktu, YUM memperluas cakupannya ke pendidikan dan rehabilitasi untuk kaum yatim yang miskin dan papa. Namun karena krisis moneter, pada tahun 1990 YUM tidak dapat membantu banyak orang seperti sedia kala. Akhirnya pada tahun 2005 manajemen diambil alih dengan harapan dapat mencapai proyek organisasi yang berkelanjutan dan membantu lebih banyak orang miskin dan papa.

 

Visi Misi Yayasan Usaha Mulia serta nilai yang dijunjung oleh YUM apa saja?

 

 

Visi kami, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang pra-sejahtera. Misinya, yaitu bekerja dengan komunitas dalam menyediakan bantuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan komunitas. Dengan didukung nilai-nilai seperti kesetaraan, inklusifitas, keberlanjutan, pendekatan secara menyeluruh, transparansi, dan kepercayaan harapannya YUM selalu membantu masyarakat pra-sejahtera untuk dapat sejahtera dan mandiri.

 

Apa sih project yang diiniasi oleh YUM?

 

 

YUM membantu menyejahterakan masyarakat dengan membangun community center di Cipanas dan Palangkaraya. Di bidang pendidikan, kami memiliki Vocational Training Center (VTC) dengan kelas seperti menjahit, kelas Bahasa Inggris, dan kelas komputer. VTC kami bentuk untuk membantu masyarakat meningkatkan skill agar menambah pundi-pundi penghasilan. Nah, inilah cikal-bakal YUM Sewing Project yang kami giatkan.

 

Siapa saja yang terlibat dalam project Yayasan Usaha Mulia? Kendala apa yang mereka hadapi dan bagaimana cara menanganinya? Tunggu kisahnya di #KuKaSosial Selasa depan. Lebih terinspirasi lewat pemberdayaan yang tiada henti mengubah masa depan jadi lebih berarti.

 

Baca Artikel Lain

Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

62 Pride  22 September 2020, 09:49

Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Labuan Bajo merupakan kawasan yang berlokasi di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tak begitu jauh dari Bali, Labuan Bajo semakin diminati dan Read more...

Kolaborasi Sepatu Merek Lokal dengan Pewarna Alami dari Daun Teh
Ramengvrl Gabung dengan Label Rekaman Amerika Serikat, Empire
Bangga! Marissa Hutabarat, Hakim Keturunan Indonesia di Amerika
Keren Banget Ospek di ITS versi Minecraft!

Komunitas & Sosial  31 Agustus 2020, 09:58

Kemiskinan Harus Dikurangi Dari Sekarang, Semangat Nan Mulia Dari Yayasan Usaha Mulia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Kemiskinan Harus Dikurangi Dari Sekarang, Semangat Nan Mulia Dari Yayasan Usaha Mulia

Kemiskinan masih menjadi momok bagi bangsa Indonesia yang kerap menghantui karena kasusnya di negeri ini tidak kunjung selesai. Menjadi negeri kepulauan yang rakyatnya tersebar di mana-mana, persebaran kesejahteraan pun terpusat di kota-kota besar saja secara umum. Tidak tinggal diam, Yayasan Usaha Mulia berusaha untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan memuliakan hidup orang banyak dengan menjadikan mereka sejahtera secara perlahan. Simak kisahnya dari obrolan Ku Ka dengan Miftah selaku staff yang menangani Sewing Project dari Yayasan Usaha Mulia.

 

Bagaimana kisah membangun Yayasan Usaha Mulia, Mba Miftah?

 

Pada akhir 1960an 3 Warga Negara Asing, yaitu Wilbert Verheyen, Suster Rina Ruigrok, dan Ibrahim Wessels mulai membantu warga Indonesia pra-sejahtera dengan mendirikan rumah sakit skala kecil untuk menangani mereka. Para WNA ini adalah member dari Subud yang menjadi cikal-bakal pendukung berdirinya Yayasan Usaha Mulia (YUM) pada 1975.
 

Seiring berjalannya waktu, YUM memperluas cakupannya ke pendidikan dan rehabilitasi untuk kaum yatim yang miskin dan papa. Namun karena krisis moneter, pada tahun 1990 YUM tidak dapat membantu banyak orang seperti sedia kala. Akhirnya pada tahun 2005 manajemen diambil alih dengan harapan dapat mencapai proyek organisasi yang berkelanjutan dan membantu lebih banyak orang miskin dan papa.

 

Visi Misi Yayasan Usaha Mulia serta nilai yang dijunjung oleh YUM apa saja?

 

 

Visi kami, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang pra-sejahtera. Misinya, yaitu bekerja dengan komunitas dalam menyediakan bantuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan komunitas. Dengan didukung nilai-nilai seperti kesetaraan, inklusifitas, keberlanjutan, pendekatan secara menyeluruh, transparansi, dan kepercayaan harapannya YUM selalu membantu masyarakat pra-sejahtera untuk dapat sejahtera dan mandiri.

 

Apa sih project yang diiniasi oleh YUM?

 

 

YUM membantu menyejahterakan masyarakat dengan membangun community center di Cipanas dan Palangkaraya. Di bidang pendidikan, kami memiliki Vocational Training Center (VTC) dengan kelas seperti menjahit, kelas Bahasa Inggris, dan kelas komputer. VTC kami bentuk untuk membantu masyarakat meningkatkan skill agar menambah pundi-pundi penghasilan. Nah, inilah cikal-bakal YUM Sewing Project yang kami giatkan.

 

Siapa saja yang terlibat dalam project Yayasan Usaha Mulia? Kendala apa yang mereka hadapi dan bagaimana cara menanganinya? Tunggu kisahnya di #KuKaSosial Selasa depan. Lebih terinspirasi lewat pemberdayaan yang tiada henti mengubah masa depan jadi lebih berarti.

 

Baca Artikel Lain

62 Pride  22 September 2020

Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



62 Pride  21 September 2020

Ramengvrl Gabung dengan Label Rekaman Amerika Serikat, Empire

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Kabar Terkini  19 September 2020

Keren Banget Ospek di ITS versi Minecraft!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru

62 Pride  22 September 2020

Wisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

62 Pride  21 September 2020

Ramengvrl Gabung dengan Label Rekaman Amerika Serikat, Empire

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Kabar Terkini  19 September 2020

Keren Banget Ospek di ITS versi Minecraft!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka