Kabar Terkini  07 Juni 2021, 13:23

Lagu Indonesia Raya Bergema Setiap Hari di Jogja

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Lagu Indonesia Raya Bergema Setiap Hari di Jogja

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X secara resmi meluncurkan gerakan Indonesia Raya Bergema tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kamis (20/5) mulai pukul 08.45 - 10.30 WIB dari Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
 



Namun, gerakan yang mendorong memperdengarkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di ruang publik setiap hari ini bukanlah sebuah gerakan yang mewajibkan melainkan hanya bersifat imbauan.

 

Sebelumnya, pada Selasa (18/05), Gubernur DIY telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.29/SE/V/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
 

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan sejatinya kalau landasan gerakan adalah SE dan bukan Pergub yang bisa memberi sanksi, maka gerakan ini sebatas imbauan saja.
 

“Dengan SE artinya tidak mengikat mutlak setiap hari masyarakat harus memperdengarkan lagu Indonesia Raya. Begitu pun dengan tempat-tempat yang tidak memungkinkan untuk berdiri tegak dan hormat," jelasnya di Yogya Kamis (20/5) dikutip dari keterangan Humas Pemprov DIY.
 

Aji menambahkan, waktu yang digunakan untuk mengumandangkan Indonesia Raya juga bersifat fleksibel. "Sesuaikan saja, seperi di Samsat dilakukan saat memulai layanan jam delapan pagi. Jangan diperdengarkan kalau di tempat itu tidak memungkinkan orang untuk berdiri, sikap tegak. Misal, di rumah sakit, kalau ada operasi bagaimana, silakan disesuaikan saja," katanya seraya menambahkan, "yang paling pas itu mungkin ya sebelum memulai pekerjaan. Sebagai tanda kita bekerja, misal di mall. Itu ya pada saat dimulai layanan, kalau ada yang pas masuk ya sudah ikut berdiri dulu," tukas mantan Kepala Disdikpora DIY ini.

Sejumlah pedagang melakukan sikap sempurna pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan di seantero Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (20/5)-Gudeg.net/Rahman
 

Menurutnya, prinsip gerakan ini adalah melahirkan kesadaran tanpa paksaan atau rasa takut. "Jangan jadi beban. Tidak akan ada sanksi, karena kita menumbuhkan rasa bangga. Orang melakukan karena senang, bukan kewajiban. Kecuali lagi upacara atau acara resmi," pungkas Aji. 
 

“Siap grak” ujar Supartini salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang seantero pasar, Kamis (20/5). Seketika itu juga aktivitas jual beli di salah satu pasar terbesar DIY tersebut berhenti dan warga yang sedang berbelanja pun mengikuti hal yang sama.
 

Sebelum lagu dikumandangkan, para pedagang juga sempat mendengarkan pidato Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mencanangkan Gerakan Indonesia Raya Bergema dari Kantor Kepatihan.
 

Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman tersebut dikumandangkan melalui pengeras suara dan diikuti seluruh orang yang berada di dalam pasar.
 

Para pedagang dan warga terlihat sangat bersemangat untuk ikut bernyanyi dan ada juga yang melakukan gerakan hormat bendera. Suasana khidmat pun cukup terasa terlebih pada saat memasuki syair utama dari lagu Indonesia Raya. “Inikan lagu kebangsaan kita, jadi kita antusias banget mas, yah, walaupun kita berhenti jualan sebentar, gapapa ko. Kami pasti dukung buat Indonesia,” jelas Supartini.
 

Pasar Beringharjo hari ini pun berhiaskan bendera merah putih di sejumlah titik seperti di pintu masuk sisi barat, los penjual batik dan bagian tengah pasar. Menurut Supartini, para pedagang Pasar Beringharjo mendukung gerakan menyanyikan lagu kebangsaan ini bila diperdengarkan setiap hari. “Kami mendukung mas, tadi pesan Ngrasa Dalem kan juga untuk nasionalisme dan persatuan. Jadi tidak ada alasan kami warganya untuk tidak mendukung,” tuturnya.
 

Diketahui, pemutaran lagu "Indonesia Raya" secara rutin ini dinamakan Gerakan Indonesia Raya Bergema yang diinisiasi Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia bersama Pemerintah DIY.

Baca Artikel Lain

Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh 2021
PeduliLindungi Berlaku di Tempat Wisata
Diaspora Indonesia Luncurkan Cafe Dangdut di New York
Brand Lokal ERIGO Tampil di New York Fashion Week
Selama Pandemi, 7,3 Juta UMKM Beralih ke Platform Digital

Kabar Terkini  07 Juni 2021, 13:23

Lagu Indonesia Raya Bergema Setiap Hari di Jogja

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Lagu Indonesia Raya Bergema Setiap Hari di Jogja

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X secara resmi meluncurkan gerakan Indonesia Raya Bergema tepat pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kamis (20/5) mulai pukul 08.45 - 10.30 WIB dari Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
 



Namun, gerakan yang mendorong memperdengarkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di ruang publik setiap hari ini bukanlah sebuah gerakan yang mewajibkan melainkan hanya bersifat imbauan.

 

Sebelumnya, pada Selasa (18/05), Gubernur DIY telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.29/SE/V/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
 

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan sejatinya kalau landasan gerakan adalah SE dan bukan Pergub yang bisa memberi sanksi, maka gerakan ini sebatas imbauan saja.
 

“Dengan SE artinya tidak mengikat mutlak setiap hari masyarakat harus memperdengarkan lagu Indonesia Raya. Begitu pun dengan tempat-tempat yang tidak memungkinkan untuk berdiri tegak dan hormat," jelasnya di Yogya Kamis (20/5) dikutip dari keterangan Humas Pemprov DIY.
 

Aji menambahkan, waktu yang digunakan untuk mengumandangkan Indonesia Raya juga bersifat fleksibel. "Sesuaikan saja, seperi di Samsat dilakukan saat memulai layanan jam delapan pagi. Jangan diperdengarkan kalau di tempat itu tidak memungkinkan orang untuk berdiri, sikap tegak. Misal, di rumah sakit, kalau ada operasi bagaimana, silakan disesuaikan saja," katanya seraya menambahkan, "yang paling pas itu mungkin ya sebelum memulai pekerjaan. Sebagai tanda kita bekerja, misal di mall. Itu ya pada saat dimulai layanan, kalau ada yang pas masuk ya sudah ikut berdiri dulu," tukas mantan Kepala Disdikpora DIY ini.

Sejumlah pedagang melakukan sikap sempurna pada saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan di seantero Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (20/5)-Gudeg.net/Rahman
 

Menurutnya, prinsip gerakan ini adalah melahirkan kesadaran tanpa paksaan atau rasa takut. "Jangan jadi beban. Tidak akan ada sanksi, karena kita menumbuhkan rasa bangga. Orang melakukan karena senang, bukan kewajiban. Kecuali lagi upacara atau acara resmi," pungkas Aji. 
 

“Siap grak” ujar Supartini salah satu pedagang pakaian di Pasar Beringharjo pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang seantero pasar, Kamis (20/5). Seketika itu juga aktivitas jual beli di salah satu pasar terbesar DIY tersebut berhenti dan warga yang sedang berbelanja pun mengikuti hal yang sama.
 

Sebelum lagu dikumandangkan, para pedagang juga sempat mendengarkan pidato Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono mencanangkan Gerakan Indonesia Raya Bergema dari Kantor Kepatihan.
 

Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman tersebut dikumandangkan melalui pengeras suara dan diikuti seluruh orang yang berada di dalam pasar.
 

Para pedagang dan warga terlihat sangat bersemangat untuk ikut bernyanyi dan ada juga yang melakukan gerakan hormat bendera. Suasana khidmat pun cukup terasa terlebih pada saat memasuki syair utama dari lagu Indonesia Raya. “Inikan lagu kebangsaan kita, jadi kita antusias banget mas, yah, walaupun kita berhenti jualan sebentar, gapapa ko. Kami pasti dukung buat Indonesia,” jelas Supartini.
 

Pasar Beringharjo hari ini pun berhiaskan bendera merah putih di sejumlah titik seperti di pintu masuk sisi barat, los penjual batik dan bagian tengah pasar. Menurut Supartini, para pedagang Pasar Beringharjo mendukung gerakan menyanyikan lagu kebangsaan ini bila diperdengarkan setiap hari. “Kami mendukung mas, tadi pesan Ngrasa Dalem kan juga untuk nasionalisme dan persatuan. Jadi tidak ada alasan kami warganya untuk tidak mendukung,” tuturnya.
 

Diketahui, pemutaran lagu "Indonesia Raya" secara rutin ini dinamakan Gerakan Indonesia Raya Bergema yang diinisiasi Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia bersama Pemerintah DIY.

Baca Artikel Lain

62 Pride  17 September 2021

Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh 2021

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Kabar Terkini  16 September 2021

PeduliLindungi Berlaku di Tempat Wisata

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Gaya Hidup  14 September 2021

Diaspora Indonesia Luncurkan Cafe Dangdut di New York

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Kabar Terkini  11 September 2021

Brand Lokal ERIGO Tampil di New York Fashion Week

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Local Heroes  10 September 2021

Selama Pandemi, 7,3 Juta UMKM Beralih ke Platform Digital

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru

62 Pride  17 September 2021

Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh 2021

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Kabar Terkini  16 September 2021

PeduliLindungi Berlaku di Tempat Wisata

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Gaya Hidup  14 September 2021

Diaspora Indonesia Luncurkan Cafe Dangdut di New York

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Kabar Terkini  11 September 2021

Brand Lokal ERIGO Tampil di New York Fashion Week

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka

Local Heroes  10 September 2021

Selama Pandemi, 7,3 Juta UMKM Beralih ke Platform Digital

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka