Kabar Terkini  03 Oktober 2021, 19:28

Logo dan Maskot PON XX Papua 2021: Simbol, Makna, dan Filosofi

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Logo dan Maskot PON XX Papua 2021: Simbol, Makna, dan Filosofi

Pekan Olahraga Nasional (PON) yang merupakan ajang pertandingan olahraga terbesar di Indonesia ini kembali digelar.
 

Kali ini PON XX 2021 digelar di tanah Papua, salah satu pulau terbesar di Indonesia. Hal yang menarik di setiap pertandingan olahraga adalah logo dan maskotnya. Begitu pula dengan PON XX 2021 yang juga memiliki logo dan maskot yang menarik untuk diketahui.
 

Ditinjau dari website resmi Kemkominfo, logo PON XX 2021 memiliki banyak simbol yang mengandung banyak makna pula. Konsep dasar dari logo PON XX 2021 ini adalah Stadion Papua Bangkit yang merupakan simbol kemegahan di bidang olahraga bagi masyarakat Papua. Stadion ini menjadi ikon dari Papua yang memiliki standar FIFA dan bertaraf internasional.

Simbol kedua yang terdapat di logo PON XX 2021 adalah bentuk segitiga yang memberikan arti kondisi geografi Papua. Simbol ini juga merepresentasikan pegunungan Jayawijaya yang merupakan salah satu ikon terkenal di Bumi Cendrawasih ini. Ukiran yang terdapat dalam logo tersebut mewakili keragaman budaya tanah Papua.

 

Tiga lingkaran olimpiade yang berwarna merah, kuning, dan hijau memberikan arti prestasi, sportivitas, dan solidaritas akan menjadi satu kesatuan rakyat dalam olahraga dan akan tetap kokoh serta abadi bila didasarkan pada prinsip berbangsa satu, berbahasa satu, dan bertanah air satu, yaitu Indonesia. Tiga lingkaran ini juga mewakili tiga cincin dalam logo KONI yang merupakan wadah induk olahraga prestasi Indonesia.
 

Selanjutnya logo ini berbentuk kalderon olimpiade dengan cawan yang berarti simbol energi baru bagi masyarakat Papua dan menjadi tempat pemersatu para juara.


 

Mengenal Kangpho & Drawa, Maskot PON Papua 

Dua hewan khas Papua, Kangpho dan Drawa menjadi maskot PON XX yang akan dilangsungkan di Papua pada 2021. Kangpho atau kepanjangan dari Kanguru pohon, selama ini populer sebagai satwa khas Australia, nyatanya ada di Papua. Menariknya, Kangpho merupakan jenis kanguru pohon dan satu diantaranya yang sangat terkenal adalah kanguru pohon mantel emas atau nama latinnya Dendrolagus Pulcherrimus.


 

Kangpho mantel emas merupakan satwa marsupial atau mamalia yang memiliki kantung di perutnya. Hewan ini memakan buah dan biji-bijian. Bagian pipi, leher, dan kakinya dihiasi warna kuning keemasan, sehingga hewan ini memiliki julukan mantel emas.
 

Tak hanya Kangpho, Pemerintah Provinsi Papua juga memperkenalkan Drawa atau Burung Cenderawasih dalam peluncuran maskot PON XX di Jayapura. Drawa dalam bahasa ilmiahnya disebut  Paradisaea Raggiana adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang 34 cm.


 

Drawa adalah burung jantang dewasa yang memiliki hiasan didominasi warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga pada bagian sisi perutnya. Sementara bulu bagian dada berwarna cokelat tua. Paling uniknya lagi, pada ekor Drawa terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.   
 

Drawa dan Kangpho dilengkapi dengan rumbai dari kulit kayu atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang kebawah yang juga dilengkapi dengan hiasan ukiran Papua pada pinggangnya.
 

Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua yang dikelilingi oleh gunung. "Rumbai pada pinggang Drawa dan Kangpho biasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki yang melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe.
 

Tak hanya itu saja, tagline Torang Bisa (Kami bisa) juga ikut diluncurkan bersamaan dengan maskot PON XX. #torangbisa bermakna penyemangat khas Papua untuk mengobarkan semangat kepada para atlet yang akan bertarung pada PON XX.

Baca Artikel Lain

Vaksin Booster GRATIS untuk Seluruh Masyarakat Indonesia
Bangga! Sumba Terpilih Sebagai Destinasi Terbaik di Dunia
Hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Runner Up, Fair Play Award & Pemain Muda Terbaik
Ubud Kota Terbaik di Dunia Tahun 2021 Versi Majalah Travel and Leisure
Gamelan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Kabar Terkini  03 Oktober 2021, 19:28

Logo dan Maskot PON XX Papua 2021: Simbol, Makna, dan Filosofi

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Logo dan Maskot PON XX Papua 2021: Simbol, Makna, dan Filosofi

Pekan Olahraga Nasional (PON) yang merupakan ajang pertandingan olahraga terbesar di Indonesia ini kembali digelar.
 

Kali ini PON XX 2021 digelar di tanah Papua, salah satu pulau terbesar di Indonesia. Hal yang menarik di setiap pertandingan olahraga adalah logo dan maskotnya. Begitu pula dengan PON XX 2021 yang juga memiliki logo dan maskot yang menarik untuk diketahui.
 

Ditinjau dari website resmi Kemkominfo, logo PON XX 2021 memiliki banyak simbol yang mengandung banyak makna pula. Konsep dasar dari logo PON XX 2021 ini adalah Stadion Papua Bangkit yang merupakan simbol kemegahan di bidang olahraga bagi masyarakat Papua. Stadion ini menjadi ikon dari Papua yang memiliki standar FIFA dan bertaraf internasional.

Simbol kedua yang terdapat di logo PON XX 2021 adalah bentuk segitiga yang memberikan arti kondisi geografi Papua. Simbol ini juga merepresentasikan pegunungan Jayawijaya yang merupakan salah satu ikon terkenal di Bumi Cendrawasih ini. Ukiran yang terdapat dalam logo tersebut mewakili keragaman budaya tanah Papua.

 

Tiga lingkaran olimpiade yang berwarna merah, kuning, dan hijau memberikan arti prestasi, sportivitas, dan solidaritas akan menjadi satu kesatuan rakyat dalam olahraga dan akan tetap kokoh serta abadi bila didasarkan pada prinsip berbangsa satu, berbahasa satu, dan bertanah air satu, yaitu Indonesia. Tiga lingkaran ini juga mewakili tiga cincin dalam logo KONI yang merupakan wadah induk olahraga prestasi Indonesia.
 

Selanjutnya logo ini berbentuk kalderon olimpiade dengan cawan yang berarti simbol energi baru bagi masyarakat Papua dan menjadi tempat pemersatu para juara.


 

Mengenal Kangpho & Drawa, Maskot PON Papua 

Dua hewan khas Papua, Kangpho dan Drawa menjadi maskot PON XX yang akan dilangsungkan di Papua pada 2021. Kangpho atau kepanjangan dari Kanguru pohon, selama ini populer sebagai satwa khas Australia, nyatanya ada di Papua. Menariknya, Kangpho merupakan jenis kanguru pohon dan satu diantaranya yang sangat terkenal adalah kanguru pohon mantel emas atau nama latinnya Dendrolagus Pulcherrimus.


 

Kangpho mantel emas merupakan satwa marsupial atau mamalia yang memiliki kantung di perutnya. Hewan ini memakan buah dan biji-bijian. Bagian pipi, leher, dan kakinya dihiasi warna kuning keemasan, sehingga hewan ini memiliki julukan mantel emas.
 

Tak hanya Kangpho, Pemerintah Provinsi Papua juga memperkenalkan Drawa atau Burung Cenderawasih dalam peluncuran maskot PON XX di Jayapura. Drawa dalam bahasa ilmiahnya disebut  Paradisaea Raggiana adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang 34 cm.


 

Drawa adalah burung jantang dewasa yang memiliki hiasan didominasi warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga pada bagian sisi perutnya. Sementara bulu bagian dada berwarna cokelat tua. Paling uniknya lagi, pada ekor Drawa terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.   
 

Drawa dan Kangpho dilengkapi dengan rumbai dari kulit kayu atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang kebawah yang juga dilengkapi dengan hiasan ukiran Papua pada pinggangnya.
 

Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua yang dikelilingi oleh gunung. "Rumbai pada pinggang Drawa dan Kangpho biasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki yang melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua," kata Gubernur Papua, Lukas Enembe.
 

Tak hanya itu saja, tagline Torang Bisa (Kami bisa) juga ikut diluncurkan bersamaan dengan maskot PON XX. #torangbisa bermakna penyemangat khas Papua untuk mengobarkan semangat kepada para atlet yang akan bertarung pada PON XX.

Baca Artikel Lain


62 Pride  12 Januari 2022

Bangga! Sumba Terpilih Sebagai Destinasi Terbaik di Dunia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




62 Pride  17 Desember 2021

Gamelan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru