62 Pride  15 Januari 2021, 14:02

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Halo Lokalovers! Tahukah kamu jika ada lukisan sejumlah binatang yang diyakini sebagai yang tertua di dunia berhasil diidentifikasi dalam sebuah gua di pulau Kalimantan, Indonesia.   Para ilmuwan mengonfirmasi karya seni figuratif tertua di dunia yang pernah dibuat oleh manusia, telah ditemukan dalam bentuk lukisan gua bergambar babi dengan perut gendut.
 

Lukisan tersebut dibuat dengan coretan pigmen ungu kemerahan di dalam karst batu kapur Maros-Pangkep di Sulawesi, Indonesia. Arkeolog menemukan lukisan hewan tertua yang dilukis dengan pigmen merah tua dari tanah liat, gambar babi liar dengan ukuran sebenarnya itu tampaknya merupakan bagian dari sebuah adegan narasi. Lukisan itu ditemukan di gua Leang Tedongnge, yang terletak di sebuah daerah perbukitan terpencil di Sulawesi Selatan. Ia menjadi bukti tertua akan keberadaan permukiman manusia di wilayah tersebut.
 

Terdapat dua lukisan tangan di atas punggung babi. (MAXIME AUBERT)


Penelitian terbaru mengungkap, para arkeolog telah menggunakan teknologi penanggalan pada karya seni prasejarah ini. Dari sini disimpulkan bahwa lukisan itu dibuat setidaknya 45.000 tahun lalu, menjadikannya sebagai lukisan gua figuratif tertua yang pernah ditemukan.
 

“Ketika saya melihat karya seni untuk pertama kalinya, saya terpesona. Ketiga babi hutan yang digambarkan dalam karya seni juga tampaknya terlibat dalam semacam interaksi sosial, menunjukkan bahwa tokoh-tokoh ini merupakan komposisi naratif tunggal atau ‘adegan’, yang sangat jarang ditemukan pada seni gua di masa-masa awal,” kata Adam Brumm, penulis utama dan Profesor Arkeologi di Universitas Griffith, Australia.
 

Brumm menjelaskan bahwa situs tersebut pertama kali ditemukan pada Desember 2017 oleh rekan penulis studi Basran Burhan, arkeolog Indonesia dari komunitas berbahasa Konjo di Sulawesi selatan dan seorang mahasiswa PhD di Universitas Griffith. Pada saat itu, Basran dibawa ke gua oleh petani Bugis setempat yang tinggal di lembah. Menariknya, para petani lokal tidak pernah memperhatikan karya seni di dalam gua sebelumnya. Penemuan tersebut baru dikonfirmasi dan dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 13 Januari lalu.
 

Dikenal sebagai lukisan Leang Tedongnge, gambar tersebut diperkirakan menggambarkan babi kutil Sulawesi (Sus celebensis), spesies babi hutan yang umum ditemukan di Sulawesi dan terkenal dengan wajahnya yang berkutil. Lukisan itu berukuran sekitar 136 kali 54 sentimeter, hampir sama dengan ukuran sebenarnya dari babi tersebut.
 

Dilansir dari IFL Science, Jumat, 15 Januari 2021, ini dinyatakan sebagai karya seni figuratif karena penggambaran yang jelas dari suatu objek dari dunia nyata. Pemegang rekor sebelumnya sebagai karya seni figuratif paling tua di dunia adalah lukisan seekor sapi liar yang ditemukan di sebuah gua di Kalimantan, diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun. Kemampuan menciptakan karya seni dianggap sebagai tonggak utama dalam kisah umat manusia karena menampilkan kapasitas luar biasa untuk pemikiran yang kompleks dan abstrak.


Di masa lalu, banyak penjelasan tentang bagaimana ciri-ciri perilaku dan kognitif ini muncul cenderung berfokus di Eropa. Penemuan terbaru ini menyempurnakan narasi lama tersebut, menunjukkan bahwa tradisi artistik kemungkinan besar telah berkembang di luar Eropa terlebih dulu.
 

Selain di Sulawesi, lukisan gua kuno juga ditemukan di Kalimantan. Lukisan batu berusia 40 ribu tahun itu sempat didaulat sebagai yang tertua di dunia. Temuan di Semenanjung Sangkulariang-Mangkalihat, Kalimantan Timur itu juga diperkirakan berusia lebih tua dari lukisan lain yang ditemui di Perancis, dan Spanyol yang sebelumnya mendapat predikat sebagai yang tertua. "Orang-orang yang membuatnya sudah sangat modern, mereka seperti kita, mereka punya semua kapasitas dan alat untuk membuat lukisan apa pun yang mereka suka," kata Maxime Aubert, salah satu penulis laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science Advances.
 

Isi lukisan dan cara menentukan usianya

Sebagai spesialis penanggalan, Aubert mengidentifikasi endapan kalsit yang terbentuk di atas lukisan di Leang Tedongnge, dan menggunakan penanggalan isotop seri Uranium untuk menentukan usianya. Ia menemukan bahwa usianya 45.500 tahun. Ini berarti prakarya tersebut setidaknya setua itu.
 

"Tapi bisa jadi lebih tua karena penanggalan yang kami lakukan hanya terhadap kalsit di atasnya," imbuh Aubert. Laporan di Science Advances mengatakan lukisan dengan panjang 136cm dan lebar 54cm itu menunjukkan seekor babi liar dengan tonjolan mirip tanduk di wajahnya, yang merupakan ciri kelompok jantan dari spesies tersebut.
 

Terdapat dua lukisan tangan di atas punggung si babi, yang juga tampaknya berhadapan dengan dua babi lainnya yang hanya terawetkan sebagian. Penulis pembantu laporan tersebut, Adam Brumm, mengatakan, "Babi itu tampaknya sedang menyaksikan pertarungan atau interaksi sosial antara dua babi lainnya."
 

Untuk membuat lukisan tangan, sang pelukis perlu menempatkan tangan mereka di permukaan sebelum menyemburkan pewarna ke atasnya, kata para peneliti. Mereka juga berharap dapat mengekstrak sampel DNA dari sisa air ludah.
 

Lukisan ini mungkin merupakan karya seni tertua yang menampilkan sosok, namun ia bukan karya seni tertua yang dibuat manusia. Di Afrika Selatan, coret-coretan mirip tagar berusia 73.000 tahun yang lalu diyakini sebagai gambar tertua di dunia.
 

Temuan sebelumnya

Pada Desember 2019, di tempat yang sama juga ditemukan sebuah lukisan di dinding gua dan diperkirakan berumur 44.000 tahun. Lukisan itu tampak memperlihatkan seekor anoa sedang diburu sekelompok figur setengah manusia dan setengah hewan dengan tombak dan tali.

MAXIME AUBERT / PA WIRE


Beberapa peneliti memperkirakan lukisan purbakala ini adalah kisah terekam yang tertua di dunia. Lukisan gua tersebut tepatnya terletak di situs Leang Bulu' Sipong 4, satu dari ratusan gua di daerah Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.



 

Baca Artikel Lain

3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik Cegah COVID-19 Versi ACI
Presiden Jokowi Serukan untuk Benci Produk Luar Negeri
Gaun Sate Ayam Wakil Indonesia di Miss Grand International
Kota Salatiga  Paling Toleran se-Indonesia Versi Setara Instute
Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

62 Pride  15 Januari 2021, 14:02

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Lukisan Gua Tertua di Dunia Ada di Indonesia

Halo Lokalovers! Tahukah kamu jika ada lukisan sejumlah binatang yang diyakini sebagai yang tertua di dunia berhasil diidentifikasi dalam sebuah gua di pulau Kalimantan, Indonesia.   Para ilmuwan mengonfirmasi karya seni figuratif tertua di dunia yang pernah dibuat oleh manusia, telah ditemukan dalam bentuk lukisan gua bergambar babi dengan perut gendut.
 

Lukisan tersebut dibuat dengan coretan pigmen ungu kemerahan di dalam karst batu kapur Maros-Pangkep di Sulawesi, Indonesia. Arkeolog menemukan lukisan hewan tertua yang dilukis dengan pigmen merah tua dari tanah liat, gambar babi liar dengan ukuran sebenarnya itu tampaknya merupakan bagian dari sebuah adegan narasi. Lukisan itu ditemukan di gua Leang Tedongnge, yang terletak di sebuah daerah perbukitan terpencil di Sulawesi Selatan. Ia menjadi bukti tertua akan keberadaan permukiman manusia di wilayah tersebut.
 

Terdapat dua lukisan tangan di atas punggung babi. (MAXIME AUBERT)


Penelitian terbaru mengungkap, para arkeolog telah menggunakan teknologi penanggalan pada karya seni prasejarah ini. Dari sini disimpulkan bahwa lukisan itu dibuat setidaknya 45.000 tahun lalu, menjadikannya sebagai lukisan gua figuratif tertua yang pernah ditemukan.
 

“Ketika saya melihat karya seni untuk pertama kalinya, saya terpesona. Ketiga babi hutan yang digambarkan dalam karya seni juga tampaknya terlibat dalam semacam interaksi sosial, menunjukkan bahwa tokoh-tokoh ini merupakan komposisi naratif tunggal atau ‘adegan’, yang sangat jarang ditemukan pada seni gua di masa-masa awal,” kata Adam Brumm, penulis utama dan Profesor Arkeologi di Universitas Griffith, Australia.
 

Brumm menjelaskan bahwa situs tersebut pertama kali ditemukan pada Desember 2017 oleh rekan penulis studi Basran Burhan, arkeolog Indonesia dari komunitas berbahasa Konjo di Sulawesi selatan dan seorang mahasiswa PhD di Universitas Griffith. Pada saat itu, Basran dibawa ke gua oleh petani Bugis setempat yang tinggal di lembah. Menariknya, para petani lokal tidak pernah memperhatikan karya seni di dalam gua sebelumnya. Penemuan tersebut baru dikonfirmasi dan dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 13 Januari lalu.
 

Dikenal sebagai lukisan Leang Tedongnge, gambar tersebut diperkirakan menggambarkan babi kutil Sulawesi (Sus celebensis), spesies babi hutan yang umum ditemukan di Sulawesi dan terkenal dengan wajahnya yang berkutil. Lukisan itu berukuran sekitar 136 kali 54 sentimeter, hampir sama dengan ukuran sebenarnya dari babi tersebut.
 

Dilansir dari IFL Science, Jumat, 15 Januari 2021, ini dinyatakan sebagai karya seni figuratif karena penggambaran yang jelas dari suatu objek dari dunia nyata. Pemegang rekor sebelumnya sebagai karya seni figuratif paling tua di dunia adalah lukisan seekor sapi liar yang ditemukan di sebuah gua di Kalimantan, diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun. Kemampuan menciptakan karya seni dianggap sebagai tonggak utama dalam kisah umat manusia karena menampilkan kapasitas luar biasa untuk pemikiran yang kompleks dan abstrak.


Di masa lalu, banyak penjelasan tentang bagaimana ciri-ciri perilaku dan kognitif ini muncul cenderung berfokus di Eropa. Penemuan terbaru ini menyempurnakan narasi lama tersebut, menunjukkan bahwa tradisi artistik kemungkinan besar telah berkembang di luar Eropa terlebih dulu.
 

Selain di Sulawesi, lukisan gua kuno juga ditemukan di Kalimantan. Lukisan batu berusia 40 ribu tahun itu sempat didaulat sebagai yang tertua di dunia. Temuan di Semenanjung Sangkulariang-Mangkalihat, Kalimantan Timur itu juga diperkirakan berusia lebih tua dari lukisan lain yang ditemui di Perancis, dan Spanyol yang sebelumnya mendapat predikat sebagai yang tertua. "Orang-orang yang membuatnya sudah sangat modern, mereka seperti kita, mereka punya semua kapasitas dan alat untuk membuat lukisan apa pun yang mereka suka," kata Maxime Aubert, salah satu penulis laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Science Advances.
 

Isi lukisan dan cara menentukan usianya

Sebagai spesialis penanggalan, Aubert mengidentifikasi endapan kalsit yang terbentuk di atas lukisan di Leang Tedongnge, dan menggunakan penanggalan isotop seri Uranium untuk menentukan usianya. Ia menemukan bahwa usianya 45.500 tahun. Ini berarti prakarya tersebut setidaknya setua itu.
 

"Tapi bisa jadi lebih tua karena penanggalan yang kami lakukan hanya terhadap kalsit di atasnya," imbuh Aubert. Laporan di Science Advances mengatakan lukisan dengan panjang 136cm dan lebar 54cm itu menunjukkan seekor babi liar dengan tonjolan mirip tanduk di wajahnya, yang merupakan ciri kelompok jantan dari spesies tersebut.
 

Terdapat dua lukisan tangan di atas punggung si babi, yang juga tampaknya berhadapan dengan dua babi lainnya yang hanya terawetkan sebagian. Penulis pembantu laporan tersebut, Adam Brumm, mengatakan, "Babi itu tampaknya sedang menyaksikan pertarungan atau interaksi sosial antara dua babi lainnya."
 

Untuk membuat lukisan tangan, sang pelukis perlu menempatkan tangan mereka di permukaan sebelum menyemburkan pewarna ke atasnya, kata para peneliti. Mereka juga berharap dapat mengekstrak sampel DNA dari sisa air ludah.
 

Lukisan ini mungkin merupakan karya seni tertua yang menampilkan sosok, namun ia bukan karya seni tertua yang dibuat manusia. Di Afrika Selatan, coret-coretan mirip tagar berusia 73.000 tahun yang lalu diyakini sebagai gambar tertua di dunia.
 

Temuan sebelumnya

Pada Desember 2019, di tempat yang sama juga ditemukan sebuah lukisan di dinding gua dan diperkirakan berumur 44.000 tahun. Lukisan itu tampak memperlihatkan seekor anoa sedang diburu sekelompok figur setengah manusia dan setengah hewan dengan tombak dan tali.

MAXIME AUBERT / PA WIRE


Beberapa peneliti memperkirakan lukisan purbakala ini adalah kisah terekam yang tertua di dunia. Lukisan gua tersebut tepatnya terletak di situs Leang Bulu' Sipong 4, satu dari ratusan gua di daerah Karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.



 

Baca Artikel Lain





62 Pride  01 Maret 2021

Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru