62 Pride  28 Oktober 2020, 10:21

Memaknai Hari Sumpah Pemuda di Tahun 2020

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Memaknai Hari Sumpah Pemuda  di Tahun 2020

Hari Sumpah Pemuda ke-92 telah menjadi bagian dalam sejarah besar bangsa yang juga mendukung kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda sendiri merupakan keputusan atau hasil dari Kongres Pemuda kedua pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 silam.

 

Pada Hari Sumpah Pemuda ke-92, tema yang diusung kali ini berkaitan pula dengan kondisi bangsa menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yakni Bersatu dan Bangkit. Pemerintah berharap bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-92 dapat meningkatkan semangat para pemuda Tanah Air untuk bergotong royong menghadapi pandemi virus corona. Dalam logo kali ini terdapat gambar dua insan yang saling terhubung membentuk angka 92 yang dibuat seakan menyambung untuk melambangkan semangat bersatu dan bangkit melawan pandemi. Sedangkan warna pada logo melambangkan keberagaman Indonesia berdasarkan agama, suku, ras, dan bahasa.

Sumpah Pemuda diawali dengan pergerakan di daerah dengan mendirikan organisasi yang bersifat kedaerahan. Konflik yang terjadi dengan penjajah bersifat lokal bukan nasional.

 

Sekilas sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928:

1. 1915-1924: Berdirinya organisasi lokal misal Tri Koro Darmo yang kemudian menjadi Jong Java pada 1915, Jong Soematranen Bond pada 1917, dan Jong Islamieten Bond pada 1924.

2. 1926: Kongres Pemuda I berhasil dilaksanakan dengan berdirinya Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi lintas primordial dengan anggotanya dari seluruh Indonesia.

3. 1928: Kongres Pemuda II dilaksanakan dalam tiga rapat di gedung berbeda atas prakarsa PPPI. Rapat pada 28 Oktober 1928 melahirkan Sumpah Pemuda yang awalnya diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Sebelum kongres ditutup, WR Supratman menampilkan lagu ciptaannya Indonesia Raya yang mendapat sambutan meriah. Indonesia Raya kemudian menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

 

Sumpah Pemuda adalah rumusan hasil yang dicapai para peserta Kongres Pemuda II. Berikut rumusan hasil dan teks Sumpah Pemuda:

Poetoesan Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan dengan nama Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.

Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di negeri Djakarta. Sesoedahnja mendengar segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini. Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan asas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia.

Mengeloearkan kajakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar poetoesannja:

Kemajoean

Sedjarah

Bahasa

Hoekoem Adat

Pendidikan dan Kepandoean

Dan mengeloearkan penghargaan soepaja ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan.
 

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

Teks Sumpah Pemuda yang banyak dikenal menggunakan tiga butir keputusan dari Kongres Pemuda II.
 

Isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Kandungan isi Sumpah Pemuda dan keberhasilan Kongres Pemuda II mendapat reaksi negatif dari penjajah. Mereka melakukan memberi ruang kelompok yang masih membela daerahnya masing-masing, untuk memecah semangat persatuan. Penjajah juga menerbitkan pengumuman persatuan Indonesia tidak mungkin karena tiap daerah memiliki ciri dan entitas masing-masing. Pemuda Indonesia tentunya tidak gentar menghadapi serangan tersebut. Sutejo menjelaskan, organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan justru melebur sebagai perwujudan Sumpah Pemuda dan hasil Kongres Pemuda II. Peleburan ini dilakukan pada tanggal 31 Desember 1930 pukul 12 malam.
 

Organisasi yang melebur adalah Jong Java, Perhimpunan Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, dan Pemoeda Soematra yang awalnya bernama Jong Sumatranen Bond. Peleburan organisasi tersebut menjadi Perkoempoelan Indonesia Moeda. Menurut Sutejo, sejak Sumpah Pemuda terjadi pemerdekaan simbolik dan mental dengan menyatakan kecintaan pada Indonesia. Istilah Hindia Belanda tak lagi digunakan dalam perjuangan bangsa. Selanjutnya, sejarah mencatat perjuangan memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan untuk Indonesia. Konflik antara pejuang dan penjajah tidak lagi bersifat lokal.

Baca Artikel Lain

3 Artefak Kuno Dikembalikan Dari Amerika ke Indonesia
Daftar Medali Olimpiade yang Diraih Indonesia
Ada Pemuda Indonesia Dibalik Pembuatan Vaksin AstraZeneca
Layanan Telemedisin & Obat Gratis untuk Pasien COVID-19 Isolasi Mandiri
Lawan Pandemi Lewat Wargabantuwarga.com

62 Pride  28 Oktober 2020, 10:21

Memaknai Hari Sumpah Pemuda di Tahun 2020

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Memaknai Hari Sumpah Pemuda  di Tahun 2020

Hari Sumpah Pemuda ke-92 telah menjadi bagian dalam sejarah besar bangsa yang juga mendukung kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda sendiri merupakan keputusan atau hasil dari Kongres Pemuda kedua pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 silam.

 

Pada Hari Sumpah Pemuda ke-92, tema yang diusung kali ini berkaitan pula dengan kondisi bangsa menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yakni Bersatu dan Bangkit. Pemerintah berharap bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-92 dapat meningkatkan semangat para pemuda Tanah Air untuk bergotong royong menghadapi pandemi virus corona. Dalam logo kali ini terdapat gambar dua insan yang saling terhubung membentuk angka 92 yang dibuat seakan menyambung untuk melambangkan semangat bersatu dan bangkit melawan pandemi. Sedangkan warna pada logo melambangkan keberagaman Indonesia berdasarkan agama, suku, ras, dan bahasa.

Sumpah Pemuda diawali dengan pergerakan di daerah dengan mendirikan organisasi yang bersifat kedaerahan. Konflik yang terjadi dengan penjajah bersifat lokal bukan nasional.

 

Sekilas sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928:

1. 1915-1924: Berdirinya organisasi lokal misal Tri Koro Darmo yang kemudian menjadi Jong Java pada 1915, Jong Soematranen Bond pada 1917, dan Jong Islamieten Bond pada 1924.

2. 1926: Kongres Pemuda I berhasil dilaksanakan dengan berdirinya Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi lintas primordial dengan anggotanya dari seluruh Indonesia.

3. 1928: Kongres Pemuda II dilaksanakan dalam tiga rapat di gedung berbeda atas prakarsa PPPI. Rapat pada 28 Oktober 1928 melahirkan Sumpah Pemuda yang awalnya diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Sebelum kongres ditutup, WR Supratman menampilkan lagu ciptaannya Indonesia Raya yang mendapat sambutan meriah. Indonesia Raya kemudian menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

 

Sumpah Pemuda adalah rumusan hasil yang dicapai para peserta Kongres Pemuda II. Berikut rumusan hasil dan teks Sumpah Pemuda:

Poetoesan Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan dengan nama Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.

Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di negeri Djakarta. Sesoedahnja mendengar segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini. Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan asas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia.

Mengeloearkan kajakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar poetoesannja:

Kemajoean

Sedjarah

Bahasa

Hoekoem Adat

Pendidikan dan Kepandoean

Dan mengeloearkan penghargaan soepaja ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan.
 

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

Teks Sumpah Pemuda yang banyak dikenal menggunakan tiga butir keputusan dari Kongres Pemuda II.
 

Isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Kandungan isi Sumpah Pemuda dan keberhasilan Kongres Pemuda II mendapat reaksi negatif dari penjajah. Mereka melakukan memberi ruang kelompok yang masih membela daerahnya masing-masing, untuk memecah semangat persatuan. Penjajah juga menerbitkan pengumuman persatuan Indonesia tidak mungkin karena tiap daerah memiliki ciri dan entitas masing-masing. Pemuda Indonesia tentunya tidak gentar menghadapi serangan tersebut. Sutejo menjelaskan, organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan justru melebur sebagai perwujudan Sumpah Pemuda dan hasil Kongres Pemuda II. Peleburan ini dilakukan pada tanggal 31 Desember 1930 pukul 12 malam.
 

Organisasi yang melebur adalah Jong Java, Perhimpunan Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, dan Pemoeda Soematra yang awalnya bernama Jong Sumatranen Bond. Peleburan organisasi tersebut menjadi Perkoempoelan Indonesia Moeda. Menurut Sutejo, sejak Sumpah Pemuda terjadi pemerdekaan simbolik dan mental dengan menyatakan kecintaan pada Indonesia. Istilah Hindia Belanda tak lagi digunakan dalam perjuangan bangsa. Selanjutnya, sejarah mencatat perjuangan memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan untuk Indonesia. Konflik antara pejuang dan penjajah tidak lagi bersifat lokal.

Baca Artikel Lain

62 Pride  29 Juli 2021

3 Artefak Kuno Dikembalikan Dari Amerika ke Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


62 Pride  28 Juli 2021

Daftar Medali Olimpiade yang Diraih Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




Kabar Terkini  15 Juli 2021

Lawan Pandemi Lewat Wargabantuwarga.com

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru