62 Pride  06 Oktober 2021, 12:42

Merah Putih Berkibar di Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Merah Putih Berkibar di Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda

Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia olahraga Tanah Air. Atlet berkuda Indonesia, Muhammad Yahya Ayyas, mengukir prestasi saat berlaga di Iran.
 

Dia juara ketiga kategori Qabaq atau Turkish Style serta meraih peringkat tujuh untuk kategori umum pada ajang The 2nd Silk Road Cyp & The 16th World Horseback Archery Championship di Tehran, Iran.


 

Melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Yahya mengatakan kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia dan teman-teman dari komunitasnya, kementerian, teman-teman yang sudah membantu dan orang tuanya yang turut memberikan dukungan.
 

"Kemenangan ini saya persembahkan pertama karena saya bawa nama bangsa Indonesia, untuk Indonesia, kemudian teman-teman dari komunitas saya, dari kementerian, dari teman-teman semua yang membantu di situ, untuk orang tua saya yang support saya," ujar Muhammad Yahya Ayyas.
 

Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas menunggangi kuda bernama Khorramshahr dan berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
 

Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
 

Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas menunggangi kuda bernama Khorramshahr dan berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
 

Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
 

Di perlombaan tersebut, atlet harus selalu menggunakan busana yang mewakili budaya kampung halaman atlet. Muhammad Yahya Ayyas mengenakan seragam barisan Pinilih Kasatriyan Dalem Suryenglaga, pakaian salah satu pasukannya Pangerang Diponegoro.
 

Pakaian tersebut dipilih bukannya tanpa alasan. Ia mengatakan pasukan Pangeran Diponegoro antara lain terkenal dengan kemampuannya berkuda dan memanah, dan terinspirasi pasukan Ottoman Turki.
 

"Jadi, ada jejak perjuangan di pakaian yang saya pakai, semangatnya juga beda ketika saya pakai untuk ikut perlombaan. Selain itu ketika dipakai untuk perlombaan, cukup nyaman juga," ujar Muhammad Yahya Ayyas yang juga merupakan pemilik Johnsto Stable Jogja.
 

Pada perlombaan di Iran, digelar tiga kategori, yakni Korean Style, Qabaq / Kabak style atau Turkish Style dan Kassai Track. Pemuda berusia 20 tahun asal Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, itu, merebut juara tiga di Qabaq/Kabak style atau Turkish Style.
 

Sementara itu, kejuaraan The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship ini sudah rampung dilaksanakan pada 18-21 September 2021 lalu.

Baca Artikel Lain

Vaksin Booster GRATIS untuk Seluruh Masyarakat Indonesia
Bangga! Sumba Terpilih Sebagai Destinasi Terbaik di Dunia
Hasil Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Runner Up, Fair Play Award & Pemain Muda Terbaik
Ubud Kota Terbaik di Dunia Tahun 2021 Versi Majalah Travel and Leisure
Gamelan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

62 Pride  06 Oktober 2021, 12:42

Merah Putih Berkibar di Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Merah Putih Berkibar di Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda

Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia olahraga Tanah Air. Atlet berkuda Indonesia, Muhammad Yahya Ayyas, mengukir prestasi saat berlaga di Iran.
 

Dia juara ketiga kategori Qabaq atau Turkish Style serta meraih peringkat tujuh untuk kategori umum pada ajang The 2nd Silk Road Cyp & The 16th World Horseback Archery Championship di Tehran, Iran.


 

Melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Yahya mengatakan kemenangan ini dipersembahkan untuk Indonesia dan teman-teman dari komunitasnya, kementerian, teman-teman yang sudah membantu dan orang tuanya yang turut memberikan dukungan.
 

"Kemenangan ini saya persembahkan pertama karena saya bawa nama bangsa Indonesia, untuk Indonesia, kemudian teman-teman dari komunitas saya, dari kementerian, dari teman-teman semua yang membantu di situ, untuk orang tua saya yang support saya," ujar Muhammad Yahya Ayyas.
 

Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas menunggangi kuda bernama Khorramshahr dan berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
 

Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
 

Pada kejuaraan ini, Muhammad Yahya Ayyas menunggangi kuda bernama Khorramshahr dan berhasil melepaskan anak panah pada dua target yang ditentukan.
 

Kedua target itu berada di sisi bawah dan atas dengan posisi atlet menunggangi kuda di lintasi track sepanjang 99 meter. Ia berhasil mengumpulkan total poin 17,870 sehingga menempatkannya berada di posisi ketiga.
 

Di perlombaan tersebut, atlet harus selalu menggunakan busana yang mewakili budaya kampung halaman atlet. Muhammad Yahya Ayyas mengenakan seragam barisan Pinilih Kasatriyan Dalem Suryenglaga, pakaian salah satu pasukannya Pangerang Diponegoro.
 

Pakaian tersebut dipilih bukannya tanpa alasan. Ia mengatakan pasukan Pangeran Diponegoro antara lain terkenal dengan kemampuannya berkuda dan memanah, dan terinspirasi pasukan Ottoman Turki.
 

"Jadi, ada jejak perjuangan di pakaian yang saya pakai, semangatnya juga beda ketika saya pakai untuk ikut perlombaan. Selain itu ketika dipakai untuk perlombaan, cukup nyaman juga," ujar Muhammad Yahya Ayyas yang juga merupakan pemilik Johnsto Stable Jogja.
 

Pada perlombaan di Iran, digelar tiga kategori, yakni Korean Style, Qabaq / Kabak style atau Turkish Style dan Kassai Track. Pemuda berusia 20 tahun asal Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, itu, merebut juara tiga di Qabaq/Kabak style atau Turkish Style.
 

Sementara itu, kejuaraan The 2nd Silk Road Cup & The 16th World Horseback Archery Championship ini sudah rampung dilaksanakan pada 18-21 September 2021 lalu.

Baca Artikel Lain


62 Pride  12 Januari 2022

Bangga! Sumba Terpilih Sebagai Destinasi Terbaik di Dunia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




62 Pride  17 Desember 2021

Gamelan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru