Kabar Terkini  04 Desember 2021, 12:11

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan

Presiden RI Joko Widodo menginginkan forum G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi global pasca-Covid-19.


Kick off Presidensi G2O (Group Twenty) Indonesia 2022 dimulai dari Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/12/2021) malam. Ditandai dengan penyerahan pin atau tanda tugas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups.
 

Kemudian para menteri dan pejabat pelaksana G20 secara simbolis memegang layar LED, saat meluncurkan alamat situs resmi G20 yang selama presidensi dikelola Indonesia, yakni www.g20.org. Situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams, baik dari sherpa track maupun finance track saat G20 berlangsung di Indonesia.
 

Hadir dalam seremoni tersebut, antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bagi Indonesia, momentum ini merupakan salah satu peristiwa bersejarah. Sebab baru pertama kali negara berkembang memegang tampuk Presidensi G20.
 

Dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/12/2021) malam, Presiden RI Joko Widodo menginginkan forum G20 merupakan kesempatan bagi Indonesia memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi global pasca-Covid-19.


 

"Kepercayaan ini juga menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dapat berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, membangun tata kelola lebih sehat, lebih adil, berkelanjutan, serta berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," tutur Presiden Joko Widodo.
 

Di satu sisi, Presiden Jokowi menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. "Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20," ujar Kepala Negara.  
 

Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia 2022 mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, melainkan juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan. 

 

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pascakrisis.
 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia, berkata, "Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru."
 

Melalui Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.
 

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
 

Presidensi G20 Indonesia 2022 ini dinilai akan membawa manfaat yang besar bagi Indonesia. Pada aspek ekonomi, kunjungan delegasi negara G20 akan dapat meningkatkan konsumsi domestik, peningkatan produk domestik bruto (PDB), hingga menyerap tenaga kerja.
 

Menurut perhitungan Universitas Indonesia, peningkatan konsumsi domestik diperkirakan bisa mencapai Rp1,7 triliun, penambahan produk PDB hingga Rp7,47 triliun, dan pelibatan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor. Estimasi ini jauh lebih tinggi dari ajang Annual Meeting IMF-World di Bali pada 2018.
 

Forum G20 ini mempunyai pengaruh besar secara global. Grup 20 gabungan negara maju dan berkembang itu mewakili 60 persen penduduk planet bumi, menghasilkan 85 persen dari produk domestik bruto (GDP) dunia, dan menangani 80 persen dari perdagangan global. Kesepakatan yang diputuskan sedikit banyak memengaruhi peta perekonomian dunia.
 

Dalam opening ceremony ini, selain dihiasi dengan lagu tema Presidensi G20 Indonesia yang berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu ini diciptakan oleh komponis kenamaan Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir yang dipimpin Erwin Gutawa, dan acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya Nusantara. 
 

Tak lupa, Presiden Joko Widodo menyisipkan pesan agar para delegasi G20 selama mengikuti agenda pertemuan G20 di Indonesia menikmati keunikan dan keberagaman budaya Nusantara. "Saya mengundang para delegasi datang ke Indonesia untuk menyaksikan keunikan keragaman budaya dan merasakan keramahtamahan masyarakat Indonesia. Indonesia juga memiliki berbagai kuliner khas cita rasa Indonesia yang dapat dinikmati. Dengan tangan terbuka dan penuh kegembiraan, saya mengucapkan selamat datang di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Baca Artikel Lain

ASEAN Para Games 2022: Indonesia Juara Umum!
Indonesia Raih Lima Medali di Ajang Olimpiade Internasional Fisika
Tim Bimasakti UGM Juara Kompetisi Mobil Balap di Belanda
Indonesia Raih 5 Medali Olimpiade Matematika Internasional di Oslo
Resmi! NIK Jadi Pengganti NPWP

Kabar Terkini  20 Juli 2022, 12:26

Resmi! NIK Jadi Pengganti NPWP

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Sah, wajib pajak orang pribadi kini dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakannya. Dengan begitu, masyarakat diberikan kemudahan tidak perlu repot Read more...

Kabar Terkini  04 Desember 2021, 12:11

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Presidensi G20 Indonesia, Saatnya Aksi Nyata Bangun Tata Kelola Dunia Berkeadilan

Presiden RI Joko Widodo menginginkan forum G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi global pasca-Covid-19.


Kick off Presidensi G2O (Group Twenty) Indonesia 2022 dimulai dari Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/12/2021) malam. Ditandai dengan penyerahan pin atau tanda tugas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups.
 

Kemudian para menteri dan pejabat pelaksana G20 secara simbolis memegang layar LED, saat meluncurkan alamat situs resmi G20 yang selama presidensi dikelola Indonesia, yakni www.g20.org. Situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams, baik dari sherpa track maupun finance track saat G20 berlangsung di Indonesia.
 

Hadir dalam seremoni tersebut, antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bagi Indonesia, momentum ini merupakan salah satu peristiwa bersejarah. Sebab baru pertama kali negara berkembang memegang tampuk Presidensi G20.
 

Dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/12/2021) malam, Presiden RI Joko Widodo menginginkan forum G20 merupakan kesempatan bagi Indonesia memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi global pasca-Covid-19.


 

"Kepercayaan ini juga menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dapat berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, membangun tata kelola lebih sehat, lebih adil, berkelanjutan, serta berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," tutur Presiden Joko Widodo.
 

Di satu sisi, Presiden Jokowi menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. "Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20," ujar Kepala Negara.  
 

Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia 2022 mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, melainkan juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan. 

 

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pascakrisis.
 

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia, berkata, "Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru."
 

Melalui Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.
 

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
 

Presidensi G20 Indonesia 2022 ini dinilai akan membawa manfaat yang besar bagi Indonesia. Pada aspek ekonomi, kunjungan delegasi negara G20 akan dapat meningkatkan konsumsi domestik, peningkatan produk domestik bruto (PDB), hingga menyerap tenaga kerja.
 

Menurut perhitungan Universitas Indonesia, peningkatan konsumsi domestik diperkirakan bisa mencapai Rp1,7 triliun, penambahan produk PDB hingga Rp7,47 triliun, dan pelibatan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor. Estimasi ini jauh lebih tinggi dari ajang Annual Meeting IMF-World di Bali pada 2018.
 

Forum G20 ini mempunyai pengaruh besar secara global. Grup 20 gabungan negara maju dan berkembang itu mewakili 60 persen penduduk planet bumi, menghasilkan 85 persen dari produk domestik bruto (GDP) dunia, dan menangani 80 persen dari perdagangan global. Kesepakatan yang diputuskan sedikit banyak memengaruhi peta perekonomian dunia.
 

Dalam opening ceremony ini, selain dihiasi dengan lagu tema Presidensi G20 Indonesia yang berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu ini diciptakan oleh komponis kenamaan Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir yang dipimpin Erwin Gutawa, dan acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya Nusantara. 
 

Tak lupa, Presiden Joko Widodo menyisipkan pesan agar para delegasi G20 selama mengikuti agenda pertemuan G20 di Indonesia menikmati keunikan dan keberagaman budaya Nusantara. "Saya mengundang para delegasi datang ke Indonesia untuk menyaksikan keunikan keragaman budaya dan merasakan keramahtamahan masyarakat Indonesia. Indonesia juga memiliki berbagai kuliner khas cita rasa Indonesia yang dapat dinikmati. Dengan tangan terbuka dan penuh kegembiraan, saya mengucapkan selamat datang di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

Baca Artikel Lain

Kabar Terkini  08 Agustus 2022

ASEAN Para Games 2022: Indonesia Juara Umum!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka





Kabar Terkini  20 Juli 2022

Resmi! NIK Jadi Pengganti NPWP

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru