Komunitas & Sosial  18 Februari 2021, 08:44

Profil Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia yang Dijadikan Google Doodle

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Profil Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia yang Dijadikan Google Doodle

Google Doodle tanggal 17 Februari menampilkan sosok dokter perempuan Indonesia pertama: Marie Thomas.
 

Berasal dari Likupang, Minahasa Utara, putri pegawai negeri zaman kolonial  ini mendapat mentoring langsung dari pahlawan nasional Minahasa, Maria Walanda Maramis. Setamat belajar di Meisjesschool (sekolah gadis) Yogyakarta, pada 1912 Marie Thomas melanjutkan ke School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) alias Sekolah Dokter Hindia atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Dokter Jawa di Batavia, dan lulus ujian akhir pada tanggal 26 April 1922.
 

Google Doodle merayakan HUT ke-125, dr. Marie Thomas. Beliau adalah dokter perempuan pertama lulusan STOVIA (Sekolah tot Opleiding van Indische Artsen) tahun 1922, yang lahir di Likupang, Minahasa, 17 Februari 1896, dan menjadi spesialis bidang obstetri dan ginekologi. Marie Thomas memulai praktiknya di RS Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) (sekarang RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo). Kemudian pindah ke Medan, Manado, dan kembali ke Batavia di RS Budi Kemuliaan, milik yayasan STOVIA. Marie Thomas merupakan dokter Indonesia pertama yang menjadi spesialis obstetri dan ginekologi dan mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi. Dia wafat di Bukittinggi, 10 Oktober 1966 (70 tahun).
 

Marie Thomas (photo/huygens)


Di masa kecilnya, Marie Thomas sering berpindah-pindah, sebelum akhirnya lulus dari sekolah Eropa di Manado. Saat itulah salah satu apoteker perempuan asal Belanda Charlotte Jacobs membantunya untuk mendapatkan beasiswa.
 

Pada tahun 1912, Marie Thomas diterima di Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA). Sebelum Marie bergabung dengan STOVIA, institusi tersebut hanya menerima siswa laki-laki.
 

10 tahun kemudian, Marie Thomas lulus dan mendapatkan gelar doktor. Ia kemudian membuat sejarah sebagai dokter perempuan pertama di Indonesia yang menjadi spesialis di bidang kandungan dan kebidanan.
 

Pencapaian ini ternyata memiliki dampak yang global, bahkan media asal Belanda pun memberitakan kelulusan Marie Thomas. Setelah lulus pada tahun 1922, Marie Thomas bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Batavia, yang kini merupakan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.
 

Marie Thomas kemudian menikah dan pindah ke Padang, Sumatera Barat. Ia tetap melanjutkan kariernya sebagai dokter dan menjadi salah satu dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi baru seperti IUD ke perempuan di seluruh Indonesia.
 

Setelah itu dia menikah dengan seorang dokter bernama Mohammad Joesoef pada 16 Maret 1929, lalu berangkat ke Padang, Sumatera Barat yang merupakan kampung halaman suami. Di sana, Marie Thomas bekerja di Layanan Kesehatan Masyarakat setempat atau yang kala itu disebut Dienst der Volsgezondheid. Setelah menetap selama beberapa tahun di Padang, dia kembali ke Batavia. Di sana dia menjadi anggota partai Persatuan Minahasa.
 

Pada 1950, dia kembali lagi ke Sumatera Barat. Di Bukittinggi dia mendirikan sekolah kebidanan. Sekolah tersebut merupakan yang pertama di Sumatera dan yang kedua di Indonesia. Selama menjadi dokter, ia sering melakukan penelitian di bidang ginekologi dan kebidanan. Tidak hanya itu, ia juga sering membantu perempuan yang mengalami kesulitan dalam persalinan. Selain dokter, Marie Thomas juga menjadi ahli ginekologi dan kebidanan pertama di Indonesia.
 

Marie Thomas juga dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sering merawat orang yang membutuhkan tanpa biaya. Kecintaanya terhadap dunia kesehatan semakin terlihat setelah ia mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera, dan hanya yang kedua di Indonesia saat itu.
 

Menariknya, Google Doodle Marie Thomas ini tidak hanya bisa dilihat pengguna di Indonesia tapi juga di Swedia. Selamat ulang tahun Marie Thomas, semoga tetap bisa menginspirasi generasi baru perempuan Indonesia.
 

Bersyukur untuk apresiasi Google atas sosok dr. Marie Thomas dengan menjadikannya Google Doodle di Google Indonesia. Bersyukur untuk kehadiran Marie Thomas di Indonesia serta peran besarnya sebagai dokter wanita pertama di Indonesia sekaligus sebagai spesialis kebidanan. Berdoa kiranya dr. Marie Thomas dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi perempuan Indonesia dalam perannya turut membangun negeri ini. Berdoa untuk para perempuan Indonesia dalam setiap profesi atau bidang peran non profesi mereka dapat bersinergi dengan para pria dengan profesi atau bidang peran non profesi mereka pula. Berdoa terkhusus tenaga kesehatan bidang kebidanan seperti dr. Marie Thomas terus berjuang dalam upaya menekan angka kematian ibu atau anak, termasuk edukasi pentingnya kesehatan organ reproduksi dan keluarga berencana.  

Baca Artikel Lain

3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik Cegah COVID-19 Versi ACI
Presiden Jokowi Serukan untuk Benci Produk Luar Negeri
Gaun Sate Ayam Wakil Indonesia di Miss Grand International
Kota Salatiga  Paling Toleran se-Indonesia Versi Setara Instute
Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

Komunitas & Sosial  18 Februari 2021, 08:44

Profil Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia yang Dijadikan Google Doodle

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Profil Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia yang Dijadikan Google Doodle

Google Doodle tanggal 17 Februari menampilkan sosok dokter perempuan Indonesia pertama: Marie Thomas.
 

Berasal dari Likupang, Minahasa Utara, putri pegawai negeri zaman kolonial  ini mendapat mentoring langsung dari pahlawan nasional Minahasa, Maria Walanda Maramis. Setamat belajar di Meisjesschool (sekolah gadis) Yogyakarta, pada 1912 Marie Thomas melanjutkan ke School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) alias Sekolah Dokter Hindia atau yang lebih dikenal sebagai Sekolah Dokter Jawa di Batavia, dan lulus ujian akhir pada tanggal 26 April 1922.
 

Google Doodle merayakan HUT ke-125, dr. Marie Thomas. Beliau adalah dokter perempuan pertama lulusan STOVIA (Sekolah tot Opleiding van Indische Artsen) tahun 1922, yang lahir di Likupang, Minahasa, 17 Februari 1896, dan menjadi spesialis bidang obstetri dan ginekologi. Marie Thomas memulai praktiknya di RS Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) (sekarang RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo). Kemudian pindah ke Medan, Manado, dan kembali ke Batavia di RS Budi Kemuliaan, milik yayasan STOVIA. Marie Thomas merupakan dokter Indonesia pertama yang menjadi spesialis obstetri dan ginekologi dan mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi. Dia wafat di Bukittinggi, 10 Oktober 1966 (70 tahun).
 

Marie Thomas (photo/huygens)


Di masa kecilnya, Marie Thomas sering berpindah-pindah, sebelum akhirnya lulus dari sekolah Eropa di Manado. Saat itulah salah satu apoteker perempuan asal Belanda Charlotte Jacobs membantunya untuk mendapatkan beasiswa.
 

Pada tahun 1912, Marie Thomas diterima di Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA). Sebelum Marie bergabung dengan STOVIA, institusi tersebut hanya menerima siswa laki-laki.
 

10 tahun kemudian, Marie Thomas lulus dan mendapatkan gelar doktor. Ia kemudian membuat sejarah sebagai dokter perempuan pertama di Indonesia yang menjadi spesialis di bidang kandungan dan kebidanan.
 

Pencapaian ini ternyata memiliki dampak yang global, bahkan media asal Belanda pun memberitakan kelulusan Marie Thomas. Setelah lulus pada tahun 1922, Marie Thomas bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Batavia, yang kini merupakan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.
 

Marie Thomas kemudian menikah dan pindah ke Padang, Sumatera Barat. Ia tetap melanjutkan kariernya sebagai dokter dan menjadi salah satu dokter pertama yang mengenalkan metode kontrasepsi baru seperti IUD ke perempuan di seluruh Indonesia.
 

Setelah itu dia menikah dengan seorang dokter bernama Mohammad Joesoef pada 16 Maret 1929, lalu berangkat ke Padang, Sumatera Barat yang merupakan kampung halaman suami. Di sana, Marie Thomas bekerja di Layanan Kesehatan Masyarakat setempat atau yang kala itu disebut Dienst der Volsgezondheid. Setelah menetap selama beberapa tahun di Padang, dia kembali ke Batavia. Di sana dia menjadi anggota partai Persatuan Minahasa.
 

Pada 1950, dia kembali lagi ke Sumatera Barat. Di Bukittinggi dia mendirikan sekolah kebidanan. Sekolah tersebut merupakan yang pertama di Sumatera dan yang kedua di Indonesia. Selama menjadi dokter, ia sering melakukan penelitian di bidang ginekologi dan kebidanan. Tidak hanya itu, ia juga sering membantu perempuan yang mengalami kesulitan dalam persalinan. Selain dokter, Marie Thomas juga menjadi ahli ginekologi dan kebidanan pertama di Indonesia.
 

Marie Thomas juga dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sering merawat orang yang membutuhkan tanpa biaya. Kecintaanya terhadap dunia kesehatan semakin terlihat setelah ia mendirikan sekolah kebidanan pertama di Sumatera, dan hanya yang kedua di Indonesia saat itu.
 

Menariknya, Google Doodle Marie Thomas ini tidak hanya bisa dilihat pengguna di Indonesia tapi juga di Swedia. Selamat ulang tahun Marie Thomas, semoga tetap bisa menginspirasi generasi baru perempuan Indonesia.
 

Bersyukur untuk apresiasi Google atas sosok dr. Marie Thomas dengan menjadikannya Google Doodle di Google Indonesia. Bersyukur untuk kehadiran Marie Thomas di Indonesia serta peran besarnya sebagai dokter wanita pertama di Indonesia sekaligus sebagai spesialis kebidanan. Berdoa kiranya dr. Marie Thomas dapat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi perempuan Indonesia dalam perannya turut membangun negeri ini. Berdoa untuk para perempuan Indonesia dalam setiap profesi atau bidang peran non profesi mereka dapat bersinergi dengan para pria dengan profesi atau bidang peran non profesi mereka pula. Berdoa terkhusus tenaga kesehatan bidang kebidanan seperti dr. Marie Thomas terus berjuang dalam upaya menekan angka kematian ibu atau anak, termasuk edukasi pentingnya kesehatan organ reproduksi dan keluarga berencana.  

Baca Artikel Lain





62 Pride  01 Maret 2021

Wah, Ada WARKOP milik Orang Indonesia di Swiss!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru