Komunitas & Sosial  16 September 2022, 13:29

The Local Market ke-13 Dengan Tema "Wave of Change" Kembali Lebih Vokal dan Lokal

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

The Local Market ke-13 Dengan Tema

Sebanyak 100 brand lokal yang telah terkurasi, hadir dan meramaikan acara The Local Market. Berbeda dengan kebanyakan bazar yang ada, The Local Market selalu menghadirkan pemilik brand di setiap stan, hal ini dikatakan sebagai upaya untuk mengedukasi para pengunjung secara maksimal terkait produk dan cerita dibalik pembuatannya. The Local Market edisi kali ini diadakan di Citywalk Sudirman Lantai 5, mulai dari hari Jumat 9 September hingga Minggu 11 September 2022. 
 

“Bertahun-tahun mengkampanyekan produk lokal Indonesia, kami menjadi paham bahwa kekuatan produk lokal terletak pada proses pembuatan dan cerita dibaliknya. Hal-hal ini jarang dimiliki oleh produk-produk negara lain. Oleh karena itu kami menyadari, konsep bazar produk lokal Indonesia harus lebih diperhatikan, salah satunya menghadirkan langsung sang empunya brand di lokasi. Untuk bisa mmengedukasi dan bercerita terkait produk mereka. Hal ini juga yang membuat proses kurasi tenan menjadi sangat penting di The Local Market.” ujar Titonius Karto selaku Founder of The Local Market dan Ku Ka Indonesia.



 

Mengangkat Isu Lingkungan

The Local Market, bazar komunitas produk lokal yang diinisiasi oleh www.kuka.co.id mengusung tema Wave of Change pada edisi ini, Tito melanjutkan penjelasannya, “Pandemi Covid membawa banyak perubahan sekaligus memberi kesempatan untuk beradaptasi, terutama mengenai kesadaran lingkungan, untuk itu kali ini kami mengusung tema Wave of Change. Sebenarnya dari awal berdiri kami sudah menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan, seperti tidak memperbolehkan tenan untuk menggunakan kantong plastik serta menghimbau pengunjung membawa tas belanjanya sendiri. Tapi kali ini kami ingin melangkah lebih dengan memberi sorotan pada produk-produk yang dibuat dari pengolahan limbah. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan Jangjo untuk pengolahan sampah pada acara ini, dari pengadaan tempat pemilahan sampah hingga edukasinya.
 

Nya, selaku Founder dari brand lokal berkonsep olahan limbah, Popsiklus, mengutarakan keterlibatannya “Tahun ini Popsiklus punya sesuatu yang baru di The Local Market. Untuk pertama kalinya, kami membuat mini instalasi yang memungkinkan pengunjung merasakan sedikit dari workshop Gudang kami di Cimahi. Dengan menata beberapa peti dan barang-barang yang kita gunakan sehari-hari di gudang kami ingin menunjukkan bahwa mengolah sampah tidak selalu tentang membuat bahan baru. Itu juga bisa terjadi dengan membayangkan kembali fungsi bahan.



Ribuan Pengunjung dan Transaksi Puluhan Juta

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, The Local Market berhasil menghadirkan pengunjung dengan daya beli yang kuat, “Akumulasi pengunjung dari pagi ke malam biasanya bisa mencapai seribu per hari, bisa dibilang dari berbagai negara karena memang biasanya para ekspat ini sangat tertarik dengan brand-brand unik yang sulit mereka temui di negaranya. Secara transaksi, tercatat puluhan juta dalam satu hati.” ujar Aditya selaku Project Manager The Local Market.


 

Menampilkan Gamelan dan Talkshow, Hingga Lokakarya Bersama Brand Lokal

Selain instalasi seni dari jenama lokal berkonsep pengolahan limbah serta brand lokal lainnya yang telah dikurasi berdasarkan konsep dan konsistensinya. TLM juga menampilkan penampilan seni tari & gamelan oleh Pak Gembok & Sanggar Widya Pramana yang dibawa langsung dari Yogyakarta untuk menghibur para pengunjung yang datang ke Lantai 5 Citywalk Sudirman.

Baca Artikel Lain

Timnas Indonesia U-20 Lolos Ke Piala Asia U-20
BLACKPINK Kenakan Busana Rancangan Desainer Indonesia
Film Ngeri-ngeri Sedap Terpilih Mewakili Indonesia di Piala Oscar 2023
The Local Market ke-13 Dengan Tema
ASEAN Para Games 2022: Indonesia Juara Umum!

Komunitas & Sosial  16 September 2022, 13:29

The Local Market ke-13 Dengan Tema "Wave of Change" Kembali Lebih Vokal dan Lokal

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

The Local Market ke-13 Dengan Tema

Sebanyak 100 brand lokal yang telah terkurasi, hadir dan meramaikan acara The Local Market. Berbeda dengan kebanyakan bazar yang ada, The Local Market selalu menghadirkan pemilik brand di setiap stan, hal ini dikatakan sebagai upaya untuk mengedukasi para pengunjung secara maksimal terkait produk dan cerita dibalik pembuatannya. The Local Market edisi kali ini diadakan di Citywalk Sudirman Lantai 5, mulai dari hari Jumat 9 September hingga Minggu 11 September 2022. 
 

“Bertahun-tahun mengkampanyekan produk lokal Indonesia, kami menjadi paham bahwa kekuatan produk lokal terletak pada proses pembuatan dan cerita dibaliknya. Hal-hal ini jarang dimiliki oleh produk-produk negara lain. Oleh karena itu kami menyadari, konsep bazar produk lokal Indonesia harus lebih diperhatikan, salah satunya menghadirkan langsung sang empunya brand di lokasi. Untuk bisa mmengedukasi dan bercerita terkait produk mereka. Hal ini juga yang membuat proses kurasi tenan menjadi sangat penting di The Local Market.” ujar Titonius Karto selaku Founder of The Local Market dan Ku Ka Indonesia.



 

Mengangkat Isu Lingkungan

The Local Market, bazar komunitas produk lokal yang diinisiasi oleh www.kuka.co.id mengusung tema Wave of Change pada edisi ini, Tito melanjutkan penjelasannya, “Pandemi Covid membawa banyak perubahan sekaligus memberi kesempatan untuk beradaptasi, terutama mengenai kesadaran lingkungan, untuk itu kali ini kami mengusung tema Wave of Change. Sebenarnya dari awal berdiri kami sudah menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan, seperti tidak memperbolehkan tenan untuk menggunakan kantong plastik serta menghimbau pengunjung membawa tas belanjanya sendiri. Tapi kali ini kami ingin melangkah lebih dengan memberi sorotan pada produk-produk yang dibuat dari pengolahan limbah. Selain itu, kami juga bekerjasama dengan Jangjo untuk pengolahan sampah pada acara ini, dari pengadaan tempat pemilahan sampah hingga edukasinya.
 

Nya, selaku Founder dari brand lokal berkonsep olahan limbah, Popsiklus, mengutarakan keterlibatannya “Tahun ini Popsiklus punya sesuatu yang baru di The Local Market. Untuk pertama kalinya, kami membuat mini instalasi yang memungkinkan pengunjung merasakan sedikit dari workshop Gudang kami di Cimahi. Dengan menata beberapa peti dan barang-barang yang kita gunakan sehari-hari di gudang kami ingin menunjukkan bahwa mengolah sampah tidak selalu tentang membuat bahan baru. Itu juga bisa terjadi dengan membayangkan kembali fungsi bahan.



Ribuan Pengunjung dan Transaksi Puluhan Juta

Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, The Local Market berhasil menghadirkan pengunjung dengan daya beli yang kuat, “Akumulasi pengunjung dari pagi ke malam biasanya bisa mencapai seribu per hari, bisa dibilang dari berbagai negara karena memang biasanya para ekspat ini sangat tertarik dengan brand-brand unik yang sulit mereka temui di negaranya. Secara transaksi, tercatat puluhan juta dalam satu hati.” ujar Aditya selaku Project Manager The Local Market.


 

Menampilkan Gamelan dan Talkshow, Hingga Lokakarya Bersama Brand Lokal

Selain instalasi seni dari jenama lokal berkonsep pengolahan limbah serta brand lokal lainnya yang telah dikurasi berdasarkan konsep dan konsistensinya. TLM juga menampilkan penampilan seni tari & gamelan oleh Pak Gembok & Sanggar Widya Pramana yang dibawa langsung dari Yogyakarta untuk menghibur para pengunjung yang datang ke Lantai 5 Citywalk Sudirman.

Baca Artikel Lain

Kabar Terkini  20 September 2022

Timnas Indonesia U-20 Lolos Ke Piala Asia U-20

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


62 Pride  20 September 2022

BLACKPINK Kenakan Busana Rancangan Desainer Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




Kabar Terkini  08 Agustus 2022

ASEAN Para Games 2022: Indonesia Juara Umum!

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru