Komunitas & Sosial  09 Oktober 2020, 13:55

Uniknya Kerajinan Gerabah Desa Wisata Kasongan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Uniknya Kerajinan Gerabah Desa Wisata Kasongan

Hi Lokalovers! Siapa yang pernah ke kota Jogja? Pasti bisa menyebutkan banyak tempat wisata & kuliner di sana ya. Jogja memang dikenal mempunyai beragam desa wisata dengan keistimewaan masing-masing. Salah satunya seperti yang akan Ku Ka bahas nih, yaitu Desa Wisata Kasongan yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Jogja. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil gerabah, bahkan rumah-rumah penduduknya menjelma menjadi galeri seni. Penasaran bagaimana serunya desa ini? Yuk simak ulasan berikut.
 

Kasongan merupakan kawasan wisata di Jogja yang secara administratif berada di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Jogja. Lebih dikenal sebagai Desa Wisata Kasongan, dengan daya tarik produksi gerabah beragam bentuk. Keahlian membuat gerabah diwariskan secara turun temurun di antara penduduk desa ini. Ketika Lokalovers tiba di daerah ini, kalian akan melewati rumah-rumah yang menjelma menjadi galeri seni. Terdapat beragam bentuk, di antaranya guci, pot bunga, patung Budha, piring, kendi, anglo, celengan, dan barang-barang lainnya. Kerajinan dari tanah liat tersebut dihargai mulai dari Rp 10 ribuan sampai jutaan rupiah. 


Sejarah

Sejarah desa wisata Kasongan berawal dari kematian seekor kuda milik Reserse Belanda di atas persawahan milik seorang warga di sebuah desa di selatan Kota Yogyakarta. Karena si pemilik tanah takut akan dijatuhi hukuman oleh Belanda yang waktu itu sedang menjajah, maka pemilik tanah tersebut melepaskan hak kepemilikan tanahnya yang diikuti oleh warga lainnya yang juga takut akan dijatuhi hukuman. Sejumlah tanah persawahan itu akhirnya diakui oleh warga desa lain. Penduduk yang tidak memiliki tanah persawahan tadi akhirnya memulai kegiatan baru di sekitar rumahnya, yaitu mengolah tanah liat yang ternyata tidak pecah jika diempal-empalkan untuk perlengkapan dapur dan juga untuk mainan.
 

Sejalan dengan perkembangan zaman, maka barang-barang kerajinan dari tanah liat atau lebih dikenal dengan kerajinan gerabah atau tembikar itu dikembangkan menjadi lebih variatif sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Bahkan barang kerajinan di Desa Kasongan bukan hanya barang-barang dari tanah liat/ gerabah, tetapi saat ini warga Kasongan telah memanfaatkan bahan-bahan lainnya yang banyak terdapat di lingkungan sekitar seperti batok kelapa, bambu, rotan, kayu, dan lainnya untuk diolah menjadi barang hiasan yang memiliki nilai lebih tinggi. Keahlian membuat gerabah ini diwariskan turun-temurun hingga menjadikan Desa Kasongan sebagai ikon desa wisata gerabah di Kabupaten Bantul.

 
Desa Wisata Kasongan

Seiring dengan berkembangnya jaman & teknologi, kerajinan gerabah juga sempat mengalami pasang surut produktivitasnya karna harus bersaing ketat dengan produk-produk berbahan plastik dan logam. Semangat dan geliat beberapa pengerajin gerabah untuk menjaga kerajinan gerabah tanah dari kepunahan, walaupun penuh dengan tantangan yang berat utamanya dalam hal pemasaran menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan desa Kasongan untuk memberikan apresiasi  serta memberdayakan nya supaya  lebih bisa mengangkat lagi kejayaan kerajinan gerabah tanah. 
 

Dengan tekad yang besar pemerintahan desa mengajak para pengerajin yang masih aktif serta pemuda untuk menjadikan ketrampilan kerajinan gerabah menjadi wisata edukasi. Kini desa Kasongan telah menjadi desa wisata edukasi, para pengunjung wisata akan merasakan suasana berbeda saat berkunjung, dimana pengunjung bisa melihat langsung pembuatan gerabah dari berbagai bentuk serta bisa langsung praktek mencoba membuat gerabah dengan dipandu dan diajari oleh para pengrajin, pengunjung juga bisa melukis gerabah sesuai keinginan, dan bisa berbelanja aneka gerabah tanah untuk souvenir, hiasan rumah dan perabotan dapur bahkan pengunjung bisa pesan gerabah sesuai keinginan.
 

Hingga saat ini Desa Kasongan menjadi salah satu tujuan desa wisata di Yogyakarta yang banyak diminati oleh wisatawan. Deretan showroom atau rumah-rumah galeri di desa wisata Kasongan ini menawarkan barang-barang kerajinan dari gerabah serta dari bahan lainnya seperti guci, pot bunga, lampu hias, miniatur alat transportasi (becak, sepeda,  mobil), aneka tas, patung, souvenir untuk pengantin, serta hiasan lainnya yang menarik untuk dipajang di rumah.
 

Salah satu patung yang legendaris di Desa Kasongan adalah patung Loro Blonyo. Loro Blonyo adalah patung sepasang pengantin yang dipercaya akan memberikan keberuntungan jika ditaruh di dalam rumah. Kita bisa menjumpai patung ini dalam berbagai pose. Patung ini pertama kali dikenalkan oleh Galeri Loro Blonyo yang diadopsi dari patung pengantin milik Keraton Yogyakarta.

Loro Blonyo, patung berbentuk sepasang pengantin Jawa ini diyakini membawa keberuntungan jika diletakkan di rumah. (kerajinanindonesia.id)
 

Lokasi

Desa Wisata Kasongan terletak di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jika Lokalovers berangkat dari Kota Yogyakarta, maka pergilah ke arah selatan hingga menemukan perempatan Dongkelan (perempatan Ring Road Selatan - Jalan. Bantul). Pilihlah jalan ke arah selatan melewati Jalan Bantul ini. Perjalanan dari perempatan Dongkelan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit atau 20 menit dari pusat kota. Jika telah sampai di desa wisata Kasongan, kamu akan disambut oleh sebuah gerbang masuk ke desa wisata tersebut. Tapi jangan lupa ya karena masih masa pandemi, tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku ya, semua lokasi wisata sudah memiliki tempat cuci tangan, gunakan masker dan jaga jarak. 

 

Baca Artikel Lain

Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo
Tirta, Game Buatan Indonesia Siap Rilis di PS5 dan Nintendo Switch!
Pemerintah Akan Beri Diskon Wisata Rp 2,35 Juta Per Orang pada 2021
Indonesia Menjadi Penghasil Nikel Terbesar Dunia Tahun 2019
Menteri Keuangan Indonesia Terbaik se-Asia Timur dan Pasifik Tahun 2020

Komunitas & Sosial  09 Oktober 2020, 13:55

Uniknya Kerajinan Gerabah Desa Wisata Kasongan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Uniknya Kerajinan Gerabah Desa Wisata Kasongan

Hi Lokalovers! Siapa yang pernah ke kota Jogja? Pasti bisa menyebutkan banyak tempat wisata & kuliner di sana ya. Jogja memang dikenal mempunyai beragam desa wisata dengan keistimewaan masing-masing. Salah satunya seperti yang akan Ku Ka bahas nih, yaitu Desa Wisata Kasongan yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Jogja. Kawasan ini dikenal sebagai penghasil gerabah, bahkan rumah-rumah penduduknya menjelma menjadi galeri seni. Penasaran bagaimana serunya desa ini? Yuk simak ulasan berikut.
 

Kasongan merupakan kawasan wisata di Jogja yang secara administratif berada di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Jogja. Lebih dikenal sebagai Desa Wisata Kasongan, dengan daya tarik produksi gerabah beragam bentuk. Keahlian membuat gerabah diwariskan secara turun temurun di antara penduduk desa ini. Ketika Lokalovers tiba di daerah ini, kalian akan melewati rumah-rumah yang menjelma menjadi galeri seni. Terdapat beragam bentuk, di antaranya guci, pot bunga, patung Budha, piring, kendi, anglo, celengan, dan barang-barang lainnya. Kerajinan dari tanah liat tersebut dihargai mulai dari Rp 10 ribuan sampai jutaan rupiah. 


Sejarah

Sejarah desa wisata Kasongan berawal dari kematian seekor kuda milik Reserse Belanda di atas persawahan milik seorang warga di sebuah desa di selatan Kota Yogyakarta. Karena si pemilik tanah takut akan dijatuhi hukuman oleh Belanda yang waktu itu sedang menjajah, maka pemilik tanah tersebut melepaskan hak kepemilikan tanahnya yang diikuti oleh warga lainnya yang juga takut akan dijatuhi hukuman. Sejumlah tanah persawahan itu akhirnya diakui oleh warga desa lain. Penduduk yang tidak memiliki tanah persawahan tadi akhirnya memulai kegiatan baru di sekitar rumahnya, yaitu mengolah tanah liat yang ternyata tidak pecah jika diempal-empalkan untuk perlengkapan dapur dan juga untuk mainan.
 

Sejalan dengan perkembangan zaman, maka barang-barang kerajinan dari tanah liat atau lebih dikenal dengan kerajinan gerabah atau tembikar itu dikembangkan menjadi lebih variatif sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Bahkan barang kerajinan di Desa Kasongan bukan hanya barang-barang dari tanah liat/ gerabah, tetapi saat ini warga Kasongan telah memanfaatkan bahan-bahan lainnya yang banyak terdapat di lingkungan sekitar seperti batok kelapa, bambu, rotan, kayu, dan lainnya untuk diolah menjadi barang hiasan yang memiliki nilai lebih tinggi. Keahlian membuat gerabah ini diwariskan turun-temurun hingga menjadikan Desa Kasongan sebagai ikon desa wisata gerabah di Kabupaten Bantul.

 
Desa Wisata Kasongan

Seiring dengan berkembangnya jaman & teknologi, kerajinan gerabah juga sempat mengalami pasang surut produktivitasnya karna harus bersaing ketat dengan produk-produk berbahan plastik dan logam. Semangat dan geliat beberapa pengerajin gerabah untuk menjaga kerajinan gerabah tanah dari kepunahan, walaupun penuh dengan tantangan yang berat utamanya dalam hal pemasaran menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan desa Kasongan untuk memberikan apresiasi  serta memberdayakan nya supaya  lebih bisa mengangkat lagi kejayaan kerajinan gerabah tanah. 
 

Dengan tekad yang besar pemerintahan desa mengajak para pengerajin yang masih aktif serta pemuda untuk menjadikan ketrampilan kerajinan gerabah menjadi wisata edukasi. Kini desa Kasongan telah menjadi desa wisata edukasi, para pengunjung wisata akan merasakan suasana berbeda saat berkunjung, dimana pengunjung bisa melihat langsung pembuatan gerabah dari berbagai bentuk serta bisa langsung praktek mencoba membuat gerabah dengan dipandu dan diajari oleh para pengrajin, pengunjung juga bisa melukis gerabah sesuai keinginan, dan bisa berbelanja aneka gerabah tanah untuk souvenir, hiasan rumah dan perabotan dapur bahkan pengunjung bisa pesan gerabah sesuai keinginan.
 

Hingga saat ini Desa Kasongan menjadi salah satu tujuan desa wisata di Yogyakarta yang banyak diminati oleh wisatawan. Deretan showroom atau rumah-rumah galeri di desa wisata Kasongan ini menawarkan barang-barang kerajinan dari gerabah serta dari bahan lainnya seperti guci, pot bunga, lampu hias, miniatur alat transportasi (becak, sepeda,  mobil), aneka tas, patung, souvenir untuk pengantin, serta hiasan lainnya yang menarik untuk dipajang di rumah.
 

Salah satu patung yang legendaris di Desa Kasongan adalah patung Loro Blonyo. Loro Blonyo adalah patung sepasang pengantin yang dipercaya akan memberikan keberuntungan jika ditaruh di dalam rumah. Kita bisa menjumpai patung ini dalam berbagai pose. Patung ini pertama kali dikenalkan oleh Galeri Loro Blonyo yang diadopsi dari patung pengantin milik Keraton Yogyakarta.

Loro Blonyo, patung berbentuk sepasang pengantin Jawa ini diyakini membawa keberuntungan jika diletakkan di rumah. (kerajinanindonesia.id)
 

Lokasi

Desa Wisata Kasongan terletak di pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jika Lokalovers berangkat dari Kota Yogyakarta, maka pergilah ke arah selatan hingga menemukan perempatan Dongkelan (perempatan Ring Road Selatan - Jalan. Bantul). Pilihlah jalan ke arah selatan melewati Jalan Bantul ini. Perjalanan dari perempatan Dongkelan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit atau 20 menit dari pusat kota. Jika telah sampai di desa wisata Kasongan, kamu akan disambut oleh sebuah gerbang masuk ke desa wisata tersebut. Tapi jangan lupa ya karena masih masa pandemi, tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku ya, semua lokasi wisata sudah memiliki tempat cuci tangan, gunakan masker dan jaga jarak. 

 

Baca Artikel Lain

62 Pride  20 Oktober 2020

Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka






Artikel Terbaru