62 Pride  23 September 2020, 09:12

Wah, Ku Ka Berubahhhhhhhhh!

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Wah, Ku Ka Berubahhhhhhhhh!

Hi Lokalovers! Ada yang ‘ngeh’ dengan tampilan di laman Ku Ka gak nih? Sekarang kok jadi banyak fitur artikelnya ya? Kemana kah Ku Ka? Mau berubah jadi apa sih? Masih jualan produk lokal?

 

Hhm…. Dari pertanyaan di atas, jawabannya adalah …… (musik dramatis) … Ku Ka masih dong sebagai wadah untuk mempromosikan serta menjual produk lokal tapi sekarang yang mau kita lakukan lebih dari sekedar itu, Ku Ka di tahun 2020 dengan perjalanan tepat 5 tahun setelah didirikan telah melalui banyak tantangan dan rintangan ditambah lagi dengan situasi pandemi membuat Ku Ka harus semakin kreatif untuk bisa terus bertahan. 

 

Lalu apa yang terjadi dengan Ku Ka di tahun 2020 ya? Setelah di tahun 2019 melakukan beberapa kegiatan di luar negeri seperti di Jepang dan mengadakan event The Local Market di Jakarta selama 4 kali dalam setahun membuat Ku Ka harus terus berinovasi. 
 

Di bulan Maret ini, Ku Ka rencananya akan mengadakan event The Local Market tetapi karena adanya pandemi kegiatan ini harus ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Jakarta dinilai belum sepenuhnya dapat menjalankan metode social/physical distancing yang diharapkan sebagai solusi paling tepat saat ini untuk mencegah dan memutus penyebaran virus corona dengan membatasi kontak langsung antara satu orang dengan orang lain. Masyarakat, pemerintah maupun dunia bisnis dan ekonomi Indonesia sangat terdampak oleh bencana nasional ini. Ku Ka pun menerapkan kebijakan untuk ‘Work From Home’ kemudian berturut-turut melakukan perubahan struktur pada manajemen Ku Ka. Pandemi Covid-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya sehingga Ku Ka harus menjadi kreatif di tengah masa yang sulit dengan memanfaatkan platform online.

Ku Ka akhirnya membuat TLM versi online sebagai bentuk dedikasi untuk produk UMKM Indonesia dengan membuat alternatif pemasaran produk lokal yang terimbas.  Akibat pandemi Covid-19 saat ini keadaannya memang sedang sulit. Ku Ka merasa tidak bisa berdiam diri demi berjalannya pemasaran produk lokal Indonesia, maka Ku Ka putuskan untuk mengadakan The Local Market secara online dengan harapan, The Local Market Online bisa turut membantu meningkatkan penjualan dan menambah brand awareness. 

 

Ku Ka sebagai pelaku industri kreatif khususnya bagi para UMKM diharapkan dapat terus berinovasi dan bertransformasi untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan harapan dapat membantu mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat serta mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Ku Ka ikut serta berjuang bersama untuk perputaran perekonomian Indonesia dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat sebagai media promosi melainkan memberi akses serta melakukan pendampingan bagi UMKM yang akan go international.

 

Mari kita flashback sejenak tentang perjalanan Ku Ka ya ...

Ku Ka sudah berdiri dari bulan September 2015, saat itu Ku Ka masih terbagi menjadi 2 platform, www.kuka.co.id (produk fesyen & lifestyle) dan www.kedaikuka.co.id (produk makanan & minuman). Ku Ka menjalankan bisnisnya secara bootstrapping. Bergabung dengan Ku Ka memudahkan para pelaku usaha untuk memperluas networking dan memperkenalkan produk andalan mereka dengan lebih luas. Ku Ka jadi salah satu solusi yang baik bagi para pengrajin lokal dan UMKM untuk naik kelas ke jenjang bertaraf internasional. Terkait dengan target pasar yang disasar sepenuhnya adalah masyarakat Indonesia, namun demikian tidak dapat dipungkiri dengan ragam produk yang ada dan tergolong niche, banyak juga konsumen mancanegara yang kemudian tertarik untuk membeli berbagai produk food and beverage serta fashion yang ditawarkan, di antaranya adalah negara Jepang dan Malaysia.

 

Ku Ka sepenuhnya mendukung produk lokal, pengusaha muda, pengrajin kreatif dan segala bentuk usaha mikro kecil menengah untuk membangun komunitas dami perkembangan produk lokal

 

Tampilan laman Ku Ka di tahun 2015, masih terbagi menjadi 2 platform; kuka.co.id (produk fesyen & lifestyle), kedaikuka.co.id (makanan & minuman)


 

 

Tampilan laman Kedai Ku Ka di tahun 2015 (atas) & tahun 2017 (bawah)

 

Bermodal Spirit #SaatnyaLokal

Ku Ka konsisten dengan janjinya untuk selalu berjalan maju bersama produk lokal. Jika platform online lain memudahkan masuknya produk luar ke Indonesia, Ku Ka di tahun 2019 justru membawa 3.200 produk dari 30 merek lokal Indonesia. Produk-produk ini dipamerkan dan diperjualbelikan dalam momen Hello 2019, Love Indonesia di SEIBU Shibuya Jepang. Melalui proses panjang selama delapan bulan terakhir, membawa produk lokal menuju pasar global bukan perkara mudah. Buat Ku Ka, ini adalah kesempatan besar yang tidak layak dilewatkan untuk membesarkan produk Indonesia, walaupun Ku Ka tahu tantangannya akan besar apalagi dengan timeline yang bisa dibilang mepet dan status Ku Ka sebagai perusahaan rintisan. Ku Ka menyadari keputusan menerima tawaran menghadirkan produk Indonesia di SEIBU Jepang akan menjadi awal tantangan tersendiri terkait memajukan produk lokal ke pasar global. Tantangannya mulai dari kesiapan brand-brand lokal kita sampai harus meraba dan mempelajari sistem instansi pemerintahan. Brand-brand yang lolos pemetaan kurasi dari segi design dan kualitas dari Ku Ka, kadang terkendala oleh administrasi bisnis dan sertifikasi. Ku Ka akhirnya memiliki insight baru untuk brand-brand lokal Indonesia bahwa untuk pasar-pasar di negara besar, produk-produk yang berkaitan dengan makanan atau bersentuhan langsung dengan kulit, sertifikasi adalah hal penting. Dalam kasus pasar Jepang, Ku Ka memproses sertifikasi internasional untuk beberapa produk yang menurut Ku Ka layak diperjuangkan, menggunakan dana operasional sendiri.



Optimis Akan Kemajuan Produk Lokal

Apapun rintangannya, pada akhirnya Ku Ka berhasil melewati. Sejumlah 3.200 produk lokal telah tiba di Tokyo, Jepang pada tanggal 18 Desember 2018 lalu. Ku Ka mengaku masih tetap optimis akan kemajuan produk lokal dan akan terus mencari jalan yang tepat untuk mengembangkannya, Ku Ka menyadari bahwa produk lokal memiliki pasarnya sendiri, unik. Kualitas dan nilai dibalik sebuah produk masih menjadi keunggulan produk-produk Indonesia. Porsi pasarnya belum besar di Indonesia sendiri terlebih dengan pemasaran melalui digital, bisa dilihat serapan yang besar di marketplace justru terjadi untuk produk yang murah dan suksesnya kampanye free ongkir atau flash sale. Hal ini menandakan bahwa pasar marketplace Indonesia masih price sensitive, dengan segala kendala seperti bahan baku, infrastruktur, produk lokal saat ini akan terasa berat bermain di ranah itu. Itu juga alasan kuat Ku Ka menginisiasi aktivitas offline seperti The Local Market, menyasar pasar yang memiliki  kesenangan untuk melihat produk secara langsung, mencari keunikan dari sebuah produk. Ku Ka juga mengincar pasar global. Setelah kerjasama dengan SEIBU Jepang ini Ku Ka akan mencari jalan lain untuk membesarkan produk lokal Indonesia justru di pasar luar, karena saat ini potensi serapan yang besar terlihat di arah sana.
 

The Local Market

Selain memiliki channel online, Ku Ka juga punya offline signature bazaar dengan nama The Local Market yang menjadi wadah tempat bertemunya pengrajin lokal dengan para pembeli yang mengerti dan mengapresiasi proses pembuatan produk-produk handmade. The Local Market berangkat dari kesadaran bahwa untuk produk lokal transaksi tidak bisa hanya terjadi secara daring, melainkan juga dengan tatap muka. Selain bertemu para pengrajin, terdapat berbagai lokakarya yang dapat menambah ilmu dan pengetahuan baru untuk Lokalovers.




Latar Belakang The Local Market adalah bazar khusus produk lokal yang digagas oleh PT KuKa Aku Suka berkolaborasi dengan banyak artisan di Indonesia. Pada tiap penyelenggaraannya, The Local Market berfokus pada pengembangan sustainable product dari UMKM lokal untuk menciptakan circular economy.




The Local Market lahir dari sebuah ide untuk mengumpulkan para pengrajin lokal untuk menampilkan serta menjual produknya ke masyarakat berfokus kepada produk lokal buatan Indonesia dengan kualitas tinggi, yang telah dikurasi dan berdampak sosial, salah satunya untuk pemberdayaan masyarakat di bidang wirausaha. “The Local Market” lebih dari sebuah tempat untuk membeli atau menjual barang, di sini semua individu bersatu untuk menyuguhkan event yang dinamis serta berusaha menggiatkan aktifitas seperti ini dalam masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan ini, para pemilik brand bisa daftar di www.thelocalmarket.id 




The New Ku Ka

Tahun 2020, menjadi momen bagi Ku Ka untuk melakukan transformasi dari online marketplace di Indonesia yang menyediakan sarana jual beli dari produsen ke konsumen dengan fokus kami ke PRODUK LOKAL menjadi suatu gerakan untuk memberikan apresiasi terhadap Indonesia dan UMKM. Ku Ka menjadi Portal informasi berita tentang Indonesia & UMKM. Ku Ka (Aku Suka) menjadi platform lokal untuk memberi apresiasi terhadap Indonesia yang meliputi Produk, Kisah & Kreativitas.

 

Tampilan homepage The New Ku Ka

 

Di tampilan yang baru. Lokalovers tentunya masih bisa dong untuk belanja produk lokal Indonesia! Kamu bisa klik ikon Belanja di Ku Ka ya untuk mencari dan menemukan berbagai produk lokal. Dan untuk yang jualan juga masih bisa bergabung untuk Buka Toko Online ya! Selain membeli produk lokal, Ku Ka juga mengajak para jenama lokal untuk bergabung di Ku Ka dengan buka toko online untuk membudayakan belanja produk lokal untuk turut serta membangkitkan ekonomi Indonesia. Kamu bisa klik ikon Buka Toko Gratis! untuk mulai berjualan di Ku Ka.

 

Ku Ka percaya bahwa anak bangsa memiliki kreativitas yang tinggi. Bangga terhadap karya dalam negeri, bangga terhadap kreativitas dan inovasi anak bangsa dapat menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Ku Ka mengajak masyarakat untuk mengapresiasi karya anak bangsa karena produk-produk buatan dalam negeri merupakan aset yang patut dibanggakan. Produk Indonesia dari segi kualitas dan desain tentunya tidak kalah saing dengan produk luar negeri, terbukti, selama Ku Ka hadir untuk menjadi wadah bagi produk lokal untuk melakukan promosi baik secara lokal maupun global, Ku Ka pernah membawa lebih dari 5000 produk untuk dipasarkan ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Jepang. 

 

Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir di negara yang kita cintai ini dan semua pihak bisa bangkit dengan cepat untuk berkontribusi dalam pemulihan semua sektor dan lini kehidupan. 

Baca Artikel Lain

PM Jepang Kenakan Masker Motif Batik Saat Berkunjung ke Indonesia
Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM
Daftar program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau BLT UMKM Secara Offline
Rescue: Si Putih, Stray Dog yang Disayang Para Pekerja
Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo

62 Pride  23 September 2020, 09:12

Wah, Ku Ka Berubahhhhhhhhh!

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Wah, Ku Ka Berubahhhhhhhhh!

Hi Lokalovers! Ada yang ‘ngeh’ dengan tampilan di laman Ku Ka gak nih? Sekarang kok jadi banyak fitur artikelnya ya? Kemana kah Ku Ka? Mau berubah jadi apa sih? Masih jualan produk lokal?

 

Hhm…. Dari pertanyaan di atas, jawabannya adalah …… (musik dramatis) … Ku Ka masih dong sebagai wadah untuk mempromosikan serta menjual produk lokal tapi sekarang yang mau kita lakukan lebih dari sekedar itu, Ku Ka di tahun 2020 dengan perjalanan tepat 5 tahun setelah didirikan telah melalui banyak tantangan dan rintangan ditambah lagi dengan situasi pandemi membuat Ku Ka harus semakin kreatif untuk bisa terus bertahan. 

 

Lalu apa yang terjadi dengan Ku Ka di tahun 2020 ya? Setelah di tahun 2019 melakukan beberapa kegiatan di luar negeri seperti di Jepang dan mengadakan event The Local Market di Jakarta selama 4 kali dalam setahun membuat Ku Ka harus terus berinovasi. 
 

Di bulan Maret ini, Ku Ka rencananya akan mengadakan event The Local Market tetapi karena adanya pandemi kegiatan ini harus ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Jakarta dinilai belum sepenuhnya dapat menjalankan metode social/physical distancing yang diharapkan sebagai solusi paling tepat saat ini untuk mencegah dan memutus penyebaran virus corona dengan membatasi kontak langsung antara satu orang dengan orang lain. Masyarakat, pemerintah maupun dunia bisnis dan ekonomi Indonesia sangat terdampak oleh bencana nasional ini. Ku Ka pun menerapkan kebijakan untuk ‘Work From Home’ kemudian berturut-turut melakukan perubahan struktur pada manajemen Ku Ka. Pandemi Covid-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya sehingga Ku Ka harus menjadi kreatif di tengah masa yang sulit dengan memanfaatkan platform online.

Ku Ka akhirnya membuat TLM versi online sebagai bentuk dedikasi untuk produk UMKM Indonesia dengan membuat alternatif pemasaran produk lokal yang terimbas.  Akibat pandemi Covid-19 saat ini keadaannya memang sedang sulit. Ku Ka merasa tidak bisa berdiam diri demi berjalannya pemasaran produk lokal Indonesia, maka Ku Ka putuskan untuk mengadakan The Local Market secara online dengan harapan, The Local Market Online bisa turut membantu meningkatkan penjualan dan menambah brand awareness. 

 

Ku Ka sebagai pelaku industri kreatif khususnya bagi para UMKM diharapkan dapat terus berinovasi dan bertransformasi untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan harapan dapat membantu mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat serta mendorong kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Ku Ka ikut serta berjuang bersama untuk perputaran perekonomian Indonesia dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat sebagai media promosi melainkan memberi akses serta melakukan pendampingan bagi UMKM yang akan go international.

 

Mari kita flashback sejenak tentang perjalanan Ku Ka ya ...

Ku Ka sudah berdiri dari bulan September 2015, saat itu Ku Ka masih terbagi menjadi 2 platform, www.kuka.co.id (produk fesyen & lifestyle) dan www.kedaikuka.co.id (produk makanan & minuman). Ku Ka menjalankan bisnisnya secara bootstrapping. Bergabung dengan Ku Ka memudahkan para pelaku usaha untuk memperluas networking dan memperkenalkan produk andalan mereka dengan lebih luas. Ku Ka jadi salah satu solusi yang baik bagi para pengrajin lokal dan UMKM untuk naik kelas ke jenjang bertaraf internasional. Terkait dengan target pasar yang disasar sepenuhnya adalah masyarakat Indonesia, namun demikian tidak dapat dipungkiri dengan ragam produk yang ada dan tergolong niche, banyak juga konsumen mancanegara yang kemudian tertarik untuk membeli berbagai produk food and beverage serta fashion yang ditawarkan, di antaranya adalah negara Jepang dan Malaysia.

 

Ku Ka sepenuhnya mendukung produk lokal, pengusaha muda, pengrajin kreatif dan segala bentuk usaha mikro kecil menengah untuk membangun komunitas dami perkembangan produk lokal

 

Tampilan laman Ku Ka di tahun 2015, masih terbagi menjadi 2 platform; kuka.co.id (produk fesyen & lifestyle), kedaikuka.co.id (makanan & minuman)


 

 

Tampilan laman Kedai Ku Ka di tahun 2015 (atas) & tahun 2017 (bawah)

 

Bermodal Spirit #SaatnyaLokal

Ku Ka konsisten dengan janjinya untuk selalu berjalan maju bersama produk lokal. Jika platform online lain memudahkan masuknya produk luar ke Indonesia, Ku Ka di tahun 2019 justru membawa 3.200 produk dari 30 merek lokal Indonesia. Produk-produk ini dipamerkan dan diperjualbelikan dalam momen Hello 2019, Love Indonesia di SEIBU Shibuya Jepang. Melalui proses panjang selama delapan bulan terakhir, membawa produk lokal menuju pasar global bukan perkara mudah. Buat Ku Ka, ini adalah kesempatan besar yang tidak layak dilewatkan untuk membesarkan produk Indonesia, walaupun Ku Ka tahu tantangannya akan besar apalagi dengan timeline yang bisa dibilang mepet dan status Ku Ka sebagai perusahaan rintisan. Ku Ka menyadari keputusan menerima tawaran menghadirkan produk Indonesia di SEIBU Jepang akan menjadi awal tantangan tersendiri terkait memajukan produk lokal ke pasar global. Tantangannya mulai dari kesiapan brand-brand lokal kita sampai harus meraba dan mempelajari sistem instansi pemerintahan. Brand-brand yang lolos pemetaan kurasi dari segi design dan kualitas dari Ku Ka, kadang terkendala oleh administrasi bisnis dan sertifikasi. Ku Ka akhirnya memiliki insight baru untuk brand-brand lokal Indonesia bahwa untuk pasar-pasar di negara besar, produk-produk yang berkaitan dengan makanan atau bersentuhan langsung dengan kulit, sertifikasi adalah hal penting. Dalam kasus pasar Jepang, Ku Ka memproses sertifikasi internasional untuk beberapa produk yang menurut Ku Ka layak diperjuangkan, menggunakan dana operasional sendiri.



Optimis Akan Kemajuan Produk Lokal

Apapun rintangannya, pada akhirnya Ku Ka berhasil melewati. Sejumlah 3.200 produk lokal telah tiba di Tokyo, Jepang pada tanggal 18 Desember 2018 lalu. Ku Ka mengaku masih tetap optimis akan kemajuan produk lokal dan akan terus mencari jalan yang tepat untuk mengembangkannya, Ku Ka menyadari bahwa produk lokal memiliki pasarnya sendiri, unik. Kualitas dan nilai dibalik sebuah produk masih menjadi keunggulan produk-produk Indonesia. Porsi pasarnya belum besar di Indonesia sendiri terlebih dengan pemasaran melalui digital, bisa dilihat serapan yang besar di marketplace justru terjadi untuk produk yang murah dan suksesnya kampanye free ongkir atau flash sale. Hal ini menandakan bahwa pasar marketplace Indonesia masih price sensitive, dengan segala kendala seperti bahan baku, infrastruktur, produk lokal saat ini akan terasa berat bermain di ranah itu. Itu juga alasan kuat Ku Ka menginisiasi aktivitas offline seperti The Local Market, menyasar pasar yang memiliki  kesenangan untuk melihat produk secara langsung, mencari keunikan dari sebuah produk. Ku Ka juga mengincar pasar global. Setelah kerjasama dengan SEIBU Jepang ini Ku Ka akan mencari jalan lain untuk membesarkan produk lokal Indonesia justru di pasar luar, karena saat ini potensi serapan yang besar terlihat di arah sana.
 

The Local Market

Selain memiliki channel online, Ku Ka juga punya offline signature bazaar dengan nama The Local Market yang menjadi wadah tempat bertemunya pengrajin lokal dengan para pembeli yang mengerti dan mengapresiasi proses pembuatan produk-produk handmade. The Local Market berangkat dari kesadaran bahwa untuk produk lokal transaksi tidak bisa hanya terjadi secara daring, melainkan juga dengan tatap muka. Selain bertemu para pengrajin, terdapat berbagai lokakarya yang dapat menambah ilmu dan pengetahuan baru untuk Lokalovers.




Latar Belakang The Local Market adalah bazar khusus produk lokal yang digagas oleh PT KuKa Aku Suka berkolaborasi dengan banyak artisan di Indonesia. Pada tiap penyelenggaraannya, The Local Market berfokus pada pengembangan sustainable product dari UMKM lokal untuk menciptakan circular economy.




The Local Market lahir dari sebuah ide untuk mengumpulkan para pengrajin lokal untuk menampilkan serta menjual produknya ke masyarakat berfokus kepada produk lokal buatan Indonesia dengan kualitas tinggi, yang telah dikurasi dan berdampak sosial, salah satunya untuk pemberdayaan masyarakat di bidang wirausaha. “The Local Market” lebih dari sebuah tempat untuk membeli atau menjual barang, di sini semua individu bersatu untuk menyuguhkan event yang dinamis serta berusaha menggiatkan aktifitas seperti ini dalam masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan ini, para pemilik brand bisa daftar di www.thelocalmarket.id 




The New Ku Ka

Tahun 2020, menjadi momen bagi Ku Ka untuk melakukan transformasi dari online marketplace di Indonesia yang menyediakan sarana jual beli dari produsen ke konsumen dengan fokus kami ke PRODUK LOKAL menjadi suatu gerakan untuk memberikan apresiasi terhadap Indonesia dan UMKM. Ku Ka menjadi Portal informasi berita tentang Indonesia & UMKM. Ku Ka (Aku Suka) menjadi platform lokal untuk memberi apresiasi terhadap Indonesia yang meliputi Produk, Kisah & Kreativitas.

 

Tampilan homepage The New Ku Ka

 

Di tampilan yang baru. Lokalovers tentunya masih bisa dong untuk belanja produk lokal Indonesia! Kamu bisa klik ikon Belanja di Ku Ka ya untuk mencari dan menemukan berbagai produk lokal. Dan untuk yang jualan juga masih bisa bergabung untuk Buka Toko Online ya! Selain membeli produk lokal, Ku Ka juga mengajak para jenama lokal untuk bergabung di Ku Ka dengan buka toko online untuk membudayakan belanja produk lokal untuk turut serta membangkitkan ekonomi Indonesia. Kamu bisa klik ikon Buka Toko Gratis! untuk mulai berjualan di Ku Ka.

 

Ku Ka percaya bahwa anak bangsa memiliki kreativitas yang tinggi. Bangga terhadap karya dalam negeri, bangga terhadap kreativitas dan inovasi anak bangsa dapat menumbuhkan kepercayaan diri bangsa Indonesia di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Ku Ka mengajak masyarakat untuk mengapresiasi karya anak bangsa karena produk-produk buatan dalam negeri merupakan aset yang patut dibanggakan. Produk Indonesia dari segi kualitas dan desain tentunya tidak kalah saing dengan produk luar negeri, terbukti, selama Ku Ka hadir untuk menjadi wadah bagi produk lokal untuk melakukan promosi baik secara lokal maupun global, Ku Ka pernah membawa lebih dari 5000 produk untuk dipasarkan ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Jepang. 

 

Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir di negara yang kita cintai ini dan semua pihak bisa bangkit dengan cepat untuk berkontribusi dalam pemulihan semua sektor dan lini kehidupan. 

Baca Artikel Lain


Bisnis Lokal  22 Oktober 2020

Pelatihan E-Learning GRATIS Bagi Koperasi & UMKM

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka




62 Pride  20 Oktober 2020

Pemerintah UEA Resmikan Nama Jalan Presiden Joko Widodo

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru