Kabar Terkini  15 April 2021, 11:23

Waspada Siklon Tropis Surigae! BMKG Prediksi Berkembang Jadi Topan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Waspada Siklon Tropis Surigae! BMKG Prediksi Berkembang Jadi Topan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan saat ini bibit siklon tropis di utara Papua telah berkembang menjadi siklon tropis 'Surigae'. Siklon tropis ini bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.
 

Penamaan siklon atau badai tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. Sebelumnya bibit siklon ini bernama 94W.
 

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8-20 knot," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).
 

Dwikorita menerangkan, siklon atau Badai Tropis ini diprakirakan akan berkembang menjadi Badai Tropis Kuat (STS) dan bahkan Typhoon (TY) pada tanggal 16 April 2021.
 

Sementara itu, Guswanto Deputi Meteorologi menjelaskan, sebagai dampak tdk langsung Siklon Tropis ini mengakibatkan kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya diprakirakan akan terus meningkat secara bertahap hingga puncaknya pada 18 April 2021. Begitu juga dengan hujan yang akan mengguyur dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi hujan lebat untuk sepekan ke depan sebagai akibat dampak tidak langsung wilayah yg berdekatan dengan posisi siklon tropis.
 

"Sedangkan tinggi gelombang laut akan mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021. Gelombang ini bahkan dapat mencapai kategori sangat tinggi (4,0 - 6,0 m) di wilayah Perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara," paparnya.
 

Guswanto menuturkan pula, saat ini BMKG (TCWC Jakarta) terus memantau perkembangan Siklon Tropis Surigae tersebut.
 

Kepada masyarakat, Dwikorita mengimbau untuk waspada dan tetap berhati-hati dengan potensi angin kencang, hujan lebat, dan dampak lanjutannya seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bibit siklon Tropis 94W meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Selain itu, ada wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang pada dua hari ke depan, yaitu Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
 

Gelombang tinggi sekitar 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara dan Timur Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera.
 

Sementara itu, gelombang tinggi 2,5-4,0 meter berpotensi terjadi di perairan Raja Ampat-Sorong, perairan Manokwari, perairan Biak, Teluk Cendrawasih, perairan Jayapura-Sarmi, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat. Sedangkan gelombang dengan tinggi 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Papua.

Baca Artikel Lain

Blue Carbon Indonesia Simpan 17 Persen Cadangan Dunia
Letda Ajeng Tresna, Perempuan Penerbang Tempur Pertama Dalam Sejarah TNI AU
Pandemi Percepat Penerapan Smart City di Indonesia
Indonesia Raih 2 Gelar: Raja Minyak Sawit &  Raja Biodiesel Dunia
Indonesia Jadi Produsen Biodiesel Terbesar Dunia

Kabar Terkini  15 April 2021, 11:23

Waspada Siklon Tropis Surigae! BMKG Prediksi Berkembang Jadi Topan

Penulis : Ku Ka
Editor    : Ku Ka

Waspada Siklon Tropis Surigae! BMKG Prediksi Berkembang Jadi Topan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan saat ini bibit siklon tropis di utara Papua telah berkembang menjadi siklon tropis 'Surigae'. Siklon tropis ini bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.
 

Penamaan siklon atau badai tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. Sebelumnya bibit siklon ini bernama 94W.
 

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8-20 knot," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).
 

Dwikorita menerangkan, siklon atau Badai Tropis ini diprakirakan akan berkembang menjadi Badai Tropis Kuat (STS) dan bahkan Typhoon (TY) pada tanggal 16 April 2021.
 

Sementara itu, Guswanto Deputi Meteorologi menjelaskan, sebagai dampak tdk langsung Siklon Tropis ini mengakibatkan kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya diprakirakan akan terus meningkat secara bertahap hingga puncaknya pada 18 April 2021. Begitu juga dengan hujan yang akan mengguyur dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi hujan lebat untuk sepekan ke depan sebagai akibat dampak tidak langsung wilayah yg berdekatan dengan posisi siklon tropis.
 

"Sedangkan tinggi gelombang laut akan mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021. Gelombang ini bahkan dapat mencapai kategori sangat tinggi (4,0 - 6,0 m) di wilayah Perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara," paparnya.
 

Guswanto menuturkan pula, saat ini BMKG (TCWC Jakarta) terus memantau perkembangan Siklon Tropis Surigae tersebut.
 

Kepada masyarakat, Dwikorita mengimbau untuk waspada dan tetap berhati-hati dengan potensi angin kencang, hujan lebat, dan dampak lanjutannya seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bibit siklon Tropis 94W meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Selain itu, ada wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang pada dua hari ke depan, yaitu Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
 

Gelombang tinggi sekitar 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara dan Timur Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera.
 

Sementara itu, gelombang tinggi 2,5-4,0 meter berpotensi terjadi di perairan Raja Ampat-Sorong, perairan Manokwari, perairan Biak, Teluk Cendrawasih, perairan Jayapura-Sarmi, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat. Sedangkan gelombang dengan tinggi 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Papua.

Baca Artikel Lain



Gaya Hidup  06 Mei 2021

Pandemi Percepat Penerapan Smart City di Indonesia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka



Bisnis Lokal  27 April 2021

Indonesia Jadi Produsen Biodiesel Terbesar Dunia

Penulis: Ku Ka
Editor   : Ku Ka


Artikel Terbaru